Pandemi, Koperasi Bantar Agung Mampu Minimalkan Kredit Macet

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAJALENGKA – Meskipun di tengah pandemi Covid-19, Koperasi Bantar Agung di Desa Bantar Agung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat tetap bisa meminimalkan non permorming loan (NPL) atau kredit macet hingga 0,03 persen.

Angsuran macet dari program Modal Kita hanya dalam hitungan hari saja dan tidak sampai berganti bulan. Hal tersebut karena koperasi ini mempunyai cara jitu untuk menarik angsuran dari nasabah, yaitu dengan cara pendekatan individu.

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto, mengatakan, meskipun pinjaman dilakukan dengan cara model kelompok sebagaimana yang diterapkan di koperasi binaan Yayasan Damandiri lainnya, namun tanggung jawab angsuran tetap dibebankan kepada masing-masing individu. Hal ini dilakukan guna membangkitkan rasa tanggung jawab individu atas pinjaman yang sudah diterimanya.

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto di kantornya, Jumat (26/2/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“Kalau di koperasi lain, angsuran belum genap dalam satu kelompok maka setoran tidak akan diterima dan hal tersebut menjadi tanggung jawab ketua kelompok. Tetapi kalau yang kita terapkan, modelnya sama tetap berkelompok dan angsuran juga dikoordinir oleh ketua kelompok. Namun jika ada anggota kelompok yang belum membayarkan angsuran, setoran dari kelompok tetap kita terima, selanjutnya kita melakukan langkah pro aktif untuk mendatangi anggota yang belum membayar angsuran tersebut,” jelasnya kepada Cendana News, Jumat (26/2/2021).

Cara tersebut, lanjut Aher sapaan Heryanto, terbukti cukup efektif untuk membangun kesadaran individu tiap anggota. Sentuhan dan interaksi langsung dari pihak koperasi, mampu membangun kesadaran anggota untuk melaksanakan kewajiban angsuran setiap bulannya.

Koperasi Bantar Agung sendiri didirikan dan menjadi koperasi binaan Yayasan Damandiri sejak tanggal 20 Oktober 2019. Namun koperasi ini baru mulai beroperasi pada bulan Februari 2020 lalu. Baru sebulan beroperasi, sudah dihadapkan pada pandemi Covid-19 pada mulan Maret 2020 yang berlangsung hingga saat ini.

Namun, hal tersebut ternyata tidak menyurutkan pengurus koperasi untuk tetap menjalankan program Modal Kita. Hingga saat ini total dana yang sudah tersalurkan dari program Modal Kita mencapai Rp 1,1 miliar. Modal tersebut tersalurkan kepada anggota koperasi yang jumlahnya mencapai 813 orang.

“Besaran pinjaman setiap nasabah berbeda-beda, mulai dari Rp 2 juta, Rp 5 juta hingga ada yang Rp 10 juta, semua tergantung dari pengajuan serta hasil survei yang kita lakukan dan ketaatan anggota dalam membayar angsuran setiap bulannya,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu nasabah Modal Kita, Rosmiah mengatakan, saat ini ia mempunyai pinjaman Rp 6 juta untuk tambahan modal toko kelontongnya.

Rosmiah termasuk nasabah yang sangat rajin, bahkan ia selalu membayar angsuran secara dobel, hingga baru sampai bulan keenam, pinjamannya yang seharusnya selesai pada jangka waktu 12 bulan, sudah lunas. Dan ia kemudian menambah jumlah pinjaman kembali sebagai tambahan modal usahanya.

“Proses pinjaman sangat mudah dan petugasnya juga ramah-ramah, sehingga kita merasa nyaman. Keberadaan koperasi ini sangat membantu kami, masyarakat desa yang ingin membesarkan usaha yang sedang kami rintis,” katanya.

Lihat juga...