Pandemi, Kunjungan Wisatawan ke Cianjur Turun

CIANJUR – Tingkat kunjungan ke objek wisata di Cianjur, Jawa Barat, terus menurun, bahkan setiap akhir pekan jumlah pengunjung tidak lebih dari ratusan orang yang sebelumnya mencapai ribuan orang seperti yang terlihat di Kebun Raya Cibodas dan Taman Bunga Nusantara.

General Manager PT Natura Jaya selaku pengelola Kebun Raya Cibodas, Teguh Dwiyanto saat dihubungi Minggu, mengatakan sejak satu bulan terakhir angka kunjungan pada hari biasa hanya mencapai 100 orang, sedangkan di akhir pekan seperti sekarang paling banyak hanya 600 orang.

“Untuk hari ini, hingga siang menjelang tercatat baru 600 orang wisatawan yang masuk ke Kebun Raya Cibodas, berbagai pembatasan dan keharusan membawa surat keterangan bebas COVID-19 antigen, membuat tingkat kunjungan terus merosot tajam, terutama wisatawan dari luar kota” katanya.

Meski tetap beroperasi dengan angka kunjungan yang minim, namun pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan ketat terhadap tamu yang datang, mulai dari pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker dan diimbau menjaga jarak selama berada di area kebun raya.

Sebagian besar wisatawan yang datang dari tingkat lokal dan beberapa dari luar kota karena memiliki surat keterangan bebas COVID-19 antigen. Hal yang sama juga terlihat saat akhir pekan, dimana wisatawan yang datang didominasi keluarga dari berbagai wilayah di Cianjur.

“Sudah hampir tiga bulan terakhir, angka kunjungan terus menurun, harapan kami pandemi segera usai dan angka kunjungan kembali meningkat. Sebelum pandemi, angka kunjungan hari biasa dapat mencapai 1500 orang lebih, sedangkan akhir pekan jumlahnya bisa mencapai belasan ribu orang,” katanya.

Hal senada terucap dari Bagian tiketing di Taman Bunga Nusantara, Ika, sejak tiga bulan terakhir, berbagai pembatasan sosial yang dilakukan sejumlah daerah terdekat dengan Cianjur, membuat tingkat kunjungan terus merosot, bahkan pada hari biasa, wisatawan yang datang didominasi warga lokal dengan jumlah seratusan orang.

“Untuk akhir pekan mungkin tidak lebih dari 500 orang yang datang, berbagai pembatasan sosial yang diperpanjang dan sejumlah syarat yang harus dikantongi, membuat wisatawan luar daerah enggan untuk berlibur ke luar kota termasuk ke Puncak-Cipanas,” katanya. (Ant)

Lihat juga...