Pandemi tak Halangi Edukasi Mitigasi Bencana di Lamsel

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah sekolah di Lampung Selatan yang belum menerapkan kegiatan belajar tatap muka, tidak menghalangi upaya mitigasi kebencanaan melalui pendidikan. Hasran Hadi, Sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Selatan, menyebut edukasi mitigasi atau kesadartahuan tentang bencana tetap diberikan dan menjadi materi penting bagi anak usia sekolah.

Sebelum masa pandemi Covid-19, Hasran Hadi bilang kurikulum tentang kebencanaan dimasukkan dalam sejumlah pelajaran. Tagana Lamsel dilibatkan dalam edukasi ke sekolah, dengan metode dalam ruangan (indoor) dan luar ruangan (outdoor). Namun selama kegiatan belajar dalam jaringan di sejumlah sekolah, edukasi mitigasi bencana dibatasi. Kegiatan dilakukan melibatkan relawan Pelopor Perdamaian (Pordam).

Simulasi hindari bencana gempa bumi dilakukan sebagai edukasi bagi pelajar di UPTD PSAA Kalianda, Lampung Selatan oleh Tagana, Kamis (18/2/2021). -Foto: Henk Widi

Program Tagana Lamsel tetap dilakukan dengan Tagana Masuk Sekolah (TMS). Edukasi pada UPTD Pelayanan Sosial Asuhan Anak (PSAA) Kalianda, Jalan Lettu Rohani tetap dilakukan. Sebagai lembaga yang menampung anak-anak, sebagian merupakan siswa sekolah mitigasi bencana penting dilakukan. Konsep mitigasi dikombinasikan dengan sosialisasi kebiasaan baru pencegahan Covid-19.

“Saat ini sedang gencar dilakukan upaya edukasi penerapan adaptasi kebiasaan baru dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 pada lingkungan pendidikan, sehingga Tagana Lamsel ikut berkontribusi dengan menambah materi mitigasi kebencanaan yang saat ini sedang melanda Indonesia,” terang Hasran Hadi, Kamis (18/2/2021).

Menurut Hasran Hadi, sosialisasi penerapan adaptasi kebiasaan baru saat pandemi Covid-19 penting dilakukan. Penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan, selalu gunakan hand sanitizer. Lingkungan asrama PSAA yang menjadi tempat belajar anak-anak selalu dibersihkan. Sebab, sebagian siswa tetap melakukan kegiatan belajar jarak jauh dari asrama.

Sejumlah fasilitas pendukung untuk adaptasi kebiasaan baru ditempatkan di lingkungan asrama. Tempat cuci tangan, hand sanitizer dan disinfeksi rutin setiap pekan dilakukan. Ruangan belajar para siswa dari berbagai jenjang pendidikan disusun dengan jarak yang telah diatur. Edukasi tentang pencegahan Covid-19, dilakukan dengan metode menyenangkan.

“Edukasi pencegahan Covid-19 sementara baru dilakukan pada lembaga PSAA yang sebagian berada di bawah Dinas Sosial Provinsi Lampung,”cetusnya

Program edukasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19, lanjut Hasran Hadi, juga diisi dengan materi mitigasi bencana. Potensi bencana alam di Lamsel yang terjadi, di antaranya angin puting beliung, banjir, gelombang pasang air laut hingga gempa bumi. Sebagai wilayah di dekat patahan Semangko dengan tingkat kerawanan bencana gempa bumi, edukasi rutin dilakukan.

Penyadartahuan bencana, sebut Sugiah, anggota Tagana Lamsel penting dilakukan. Anak-anak di PSAA Kalianda yang sebagian merupakan pelajar dibekali kemampuan menggunakan alat darurat. Sejumlah alat darurat yang digunakan untuk menghindari gempa bumi, di antaranya meja, kursi dan alat-alat sederhana.

“Materi simulasi penyelamatan saat terjadi bencana gempa bumi, banjir dan puting beliung diberikan dengan teori dan praktik lapangan,”ungkapnya.

Kepala sub bagian TU PSAA Kalianda, Ida Royana, menyebut selama masa pandemi anak-anak masih tetap berada di asrama. Sebagian anak melakukan kegiatan belajar dalam jaringan (daring). Aktivitas di luar area asrama sementara dibatasi, kecuali dalam kondisi mendesak. Namun, kegiatan edukatif bagi anak-anak tetap diberikan. Kehadiran Pordam dan Tagana ikut mengedukasi anak-anak dan sekaligus menghilangkan kebosanan anak.

Lihat juga...