Pandemi, Taman Nasional Kelimutu di Ende Kembali Ditutup

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

ENDE – Pandemi Corona yang masih mengancam wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama transmisi lokal menyebabkan pengelola Taman Nasional Kelimutu (TNK) menutup sementara destinasi wisata ini.

Penutupan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 mengingat angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Ende terus meningkat hingga awal Februari 2021.

“Kami lakukan perpanjangan penutupan kunjungan wisata ke Taman Nasional Kelimutu selama 14 hari,” sebut Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Persada Agussetia Sitepu dalam rilis yang diterima Cendana News, Minggu (7/2/2021).

Agus menyebutkan, penutupan destinasi wisata kelas dunia ini dilakukan selama 14 hari terhitung sejak tanggal 6 Februari 2021 hingga tanggal 19 Februari 2021.

Setelah tenggat waktu tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut apakah penutupan terus diperpanjang ataukah tidak.

“Berdasarkan hasil koordinasi dan evaluasi terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Ende, ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih tinggi,” ungkapnya.

Agus mengakui, penutupan Taman Nasional Kelimutu ini dilakukan sebagai upaya mencegah potensi penyebaran dan penularan Covid-19 dari aktivitas wisata di tempat ini.

Sementara itu, Yohanes R. Saleh, warga yang menetap di dalam Kawasan Taman Nasional Kelimutu saat ditanyai mengakui, sejak pandemi Covid-19 kunjungan wisatawan memang menurun drastis.

Warga yang berdiam di dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Sikka, NTT, Yohanes R. Saleh saat ditemui, Rabu (13/1/2021). Foto: Ebed de Rosary

Yohanes menyebutkan, saat penutupan awal tahun 2020 lalu selama 3 bulan, dirinya memanfaatkan waktu luang melakukan penataan taman strawberry di lahan miliknya seluas sekitar satu hektare.

“Dalam sehari kunjungan wisatawan sebelum ada penutupan kemarin juga bisa dihitung dengan jari. Paling hanya puluhan orang saja dari biasanya yang mencapai ratusan orang,” ungkapnya.

Yohanes pun mengaku pasrah dan tidak bisa mendapatkan pemasukan dari kunjungan wisatawan ke kebun strawberry serta edelweis yang dikelolanya bersama 3 tenaga kerja.

“Ya mau bagaimana lagi, kalau situasinya memang sedang parah. Penyebaran Covid-19 di Ende juga terus mengalami peningkatan sehingga kami pun waspada terhadap wisatawan yang datang,” ungkapnya.

Lihat juga...