Pasca-Vaksinasi, Jumlah Nakes Terpapar Covid-19 di Jateng Menurun

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG —Pasca-program vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes), angka nakes yang terpapar Covid-19 di Jawa Tengah, diklaim menurun drastis. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, pada periode 9 Novembver 2020 – 5 Februari 2021, jumlah total nakes yang terkonfirmasi Covid-19 mencapai 2.141 orang.

“Program vaksinasi terhadap tenaga kesehatan di Jateng, sudah mulai dirasakan dampaknya. Sejak dilaksanakan penyuntikan pertama pada 14 Januari 2021 lalu, jumlah nakes yang terpapar Covid-19 terus mengalami penurunan,”papar Kadinkes Jateng, Yulianto Prabowo di sela rapat penanganan Covid-19 di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (8/2/2021).

Dijelaskan, secara total ada sebanyak 2.141 nakes yang terpapar Covid-19, di antaranya terdiri dari  perawat 1215 orang, dokter 427, bidan 404 hingga apoteker sebanyak 80 orang.

“Nakes yang terpapar merata, tertinggi perawat, kemudian dokter, bidan, apoteker, dokter spesialis, radiografer, tenaga teknis kefarmasian, ahli teknologi laboratorium medis, dokter gigi, fisioterapis, hingga tenaga kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

Yulianto menjelaskan, penurunan angka penyebaran Covid-19 pada nakes, mulai menunjukkan penurunan pada minggu ke VIII 17 Januari 2021. Jika dilihat datanya, pada minggu ke-V, 27 Desember 2020-2 Januari 2021 tercatat ada sebanyak 239 nakes yang terpapar, kemudian naik menjadi 250 nakes pada minggu ke -VI (3-9 Januari 2021).

“Angka tersebut terus naik pada minggu ke-VI, 10-16 Januari 2021 mencapai 267 orang nakes yang terpapar. Kita lakukan vaksinasi pada tanggal 14 Januari 2021. Selanjutnya, terjadi penurunan angka penyebaran Covid-19, tercatat mulai pada minggu ke-VII (17-23 Januari 2021) menjadi 179 orang,” terangnya.

Angka tersebut terus menurun pada minggu ke -VIII dan IX. Berdasarkan data terbaru, pada periode 31 Januari – 5 Februari 2021 atau minggu ke-IX, jumlah nakes yang terpapar Covid-19 turun drastis ‘hanya’ 27 orang.

“Itu cukup menggembirakan, karena penurunannya sangat drastis. Sebelum vaksinasi, tiap minggu rata-rata ada 250 nakes yang terpapar Covid-19. Namun setelah vaksinasi pada tanggal 14 Januari lalu, jumlah kasusnya terus mengalami penurunan,” tegasnya.

Sementara, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memaparkan, penurunan angka penyebaran Covid-19 di kalangan nakes tersebut, selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, juga dampak dari vaksinasi yang sudah dilakukan.

“Tiga minggu terakhir itu terus menurun. Bahkan di minggu terakhir ini, hanya 55 nakes yang terpapar. Itu turunnya sangat drastis dari sebelum divaksin. Sebelumnya itu per minggu ada 200 san nakes yang terpapar, jumlah itu turun jadi 170 an, 140 an dan terakhir hanya 55 kasus dalam seminggu,” katanya.

Data tersebut, diharapkan mampu untuk semakin meyakinkan masyarakat tentang efektivitas vaksinasi  covid-19. “Jika dilihat dari data penurunan jumlah nakes yang terpapar, ini bisa menjadi acuan. Kalau dari 200 kasus turun jadi 50 an kasus, itu artinya penurunan cukup besar. Maka kalau nakes sudah beres, mudah-mudahan bisa segera dilanjutkan ke pelayanan publik. Untuk itu, kita akan terus mendorong sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Direncanakan vaksinasi tahap kedua, untuk pelayanan publik, akan dilaksanakan pada minggu ke-3 bulan Februari 2021.

Total sasaran dalam vaksinasi tahap kedua nanti sebanyak 1,101,513 orang. Dari kuota yang ada, terdapat 870.372 pedagang pasar yang menjadi target sasaran vaksinasi tahap kedua itu. Selain itu, ada juga tenaga pendidik seperti guru dan lainnya sebanyak 545.739 orang, tokoh agama 8.330 dan TNI 42.112 orang.

Selain itu, juga anggota Polri sebanyak 35.487, Satpol PP 5.784, petugas frontline BUMN dan BUMD sebanyak 37.911 dan terakhir Kepala Desa serta perangkat desa sebanyak 101.517.

Lihat juga...