Pedagang Raup Untung dari Naiknya Harga Begonia Rex di Semarang

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Tingginya permintaan akan tanaman hias, khususnya jenis begonia rex, mengakibatkan harga jual tanaman tersebut makin melejit di pasaran. Jika awalnya hanya di kisaran puluhan ribu rupiah, kini bisa ratusan hingga jutaan rupiah.

Begonia rex dikenal akan keindahan daunnya yang bermacam-macam, karena itu tanaman tersebut dinobatkan sebagai raja-nya begonia. Ada beragam jenis tanaman hias begonia rex, mulai dari sliver, red, rainbow atau rex beleaf, pink, hingga rex tanggo.

“Begonia menjadi salah satu tanaman hias yang yang paling banyak dicari. Sudah banyak yang mengoleksi, namun makin tren di awal 2021 ini. Imbasnya, harga tanaman tersebut juga ikut naik. Jika awalnya untuk bibit, masih ukuran kecil daun 1-2 di kisaran harga Rp30-50ribu, kini harganya bisa naik dua kali lipatnya,” papar pedagang tanaman hias, Indra, saat ditemui di sela lapaknya berjualan di kawasan Tembalang, Semarang, Selasa (2/2/2021).

Harga tersebut akan kembali berlipat, ketika tanaman tersebut sudah berukuran besar atau dewasa, dengan jumlah daun lebih dari dua.

“Kisarannya sudah di atas angka Rp100 ribu, apalagi untuk jenis begonia rex red atau rex merah yang paling banyak dicari. Makin besar, makin mahal,” terangnya.

Begonia rex menjadi incaran para penggemar tanaman hias di Semarang, Selasa (2/2/2021). –Foto: Arixc Ardana

Bahkan, untuk begonia rex merah yang sudah menjadi indukan harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Harga tersebut cukup tinggi, karena begonia termasuk jenis tanaman yang pertumbuhannya relatif lambat.

“Kalau dari segi perawatannya tidak terlalu susah, malah cenderung mudah, karena tanaman ini termasuk tanaman indoor atau dalam ruangan, sehingga tidak boleh kena sinar matahari secara langsung,” ungkapnya.

Selain itu, juga tidak boleh disiram secara berlebihan, agar tidak terjadi akar busuk akibat overwatering. “Justru karena sifatnya ini, begonia banyak yang mencari, karena perawatan relatif mudah, selain keindahan daunnya,” tandasnya.

Di satu sisi, kenaikan harga begonia rex rupanya tidak terlalu berpengaruh pada tingkat penjualan. Terbukti, barang dagangannya tetap laris manis dibeli oleh para pelanggan alias para pecinta tanaman hias.

“Meski naik, tetap banyak yang beli, karena sedang diminati. Terkadang pembeli juga harus inden, karena stok kosong. Apalagi, tanaman ini kan tidak bisa dibuat, banyak yang minta, lalu dibuat banyak, tidak bisa seperti itu, jadi harus pintar-pintar mencari stok di kalangan petani,” terangnya.

Dijelaskan, untuk memenuhi kebutuhan tanaman hias tersebut, Indra harus mencari hingga ke wilayah Salatiga, Kabupaten Semarang dan wilayah lainnya. Terkadang juga dari luar Jateng, jika benar-benar tidak ada stok lagi.

“Selain pembeli umum, banyak juga para reselller yang ambil di tempat saya, sehingga stok cepat habis,” tandasnya.

Ditanya soal keuntungan, dirinya mengaku lebih dari cukup, meski tidak mengambil untung secara berlebihan. Meski demikian, dirinya bahkan berani menyulap mobil pribadi miliknya, menjadi tempat berjualan tanaman hias. “Ya, lebih dari cukuplah,” tandasnya.

Sementara salah seorang pembeli, Kurniawati, mengakui harga begonia rex memang mengalami kenaikan, namun hal tersebut tidak membuatnya menghentikan langkah untuk memiliki tanaman tersebut.

“Sebenarnya di rumah sudah ada, rex silver, lalu ini ingin beli yang rex red. Harganya lumayan, dibanding dulu saat saya beli yang silver, dulu beli Rp50 ribu, sekarang untuk yang red Rp 150 ribu,” terangnya.

Meski sempat ragu-ragu, namun dirinya memutuskan untuk tetap membelinya. “Kalau tidak jadi, nanti keburu dibeli orang lain. Selain itu, belum tentu besok-besok masih ada lagi stoknya, karena banyak yang mencari,” tandasnya.

Lihat juga...