Pelaku UMKM di NTB Didorong Manfaatkan Platform Digital

LOMBOK TIMUR  – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat mendorong pelaku UMKM di desa wisata untuk memanfaatkan platform teknologi digital guna mempromosikan dan memasarkan produknya sehingga bisa dikenal secara luas.

“Saat ini bagaimana kita bisa memberikan informasi dan memasarkan produk yang dihasilkan bisa dikenal luas, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital, sehingga nantinya dapat mendongkrak ekonomi masyarakat,” kata Ketua Dekranasda NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat mengunjungi beberapa desa wisata di Kabupaten Lombok Timur, Kamis.

Menurut Niken, pemanfaatan teknologi digital menjadi keharusan di era informasi dan teknologi (IT) seperti saat ini.

Salah satu cara untuk meningkatkan pemasaran yakni dengan menggunakan platform digital agar produktivitas dapat dijangkau oleh konsumen baik di daerah maupun seluruh pasar Indonesia.

Apalagi NTB memiliki banyak sekali potensi yang terus dapat ditingkatkan. Baik dari sisi proses produksi maupun sisi pemasarannya.

Sehingga penguatan kapasitas dan daya saing perajin perlu terus dibina dan ditingkatkan. Termasuk mempersiapkan SDM yang memahami dan menguasai digital atau IT.

Perajin-perajin harus dilatih dan diberikan pelatihan agar memahami platform digital, mengetahui market place, selain memasarkan produk melalui offline.

Dekranasda Provinsi NTB mendukung terbentuknya NTB Mall yang sudah berjalan dengan baik. Sehingga perajin maupun UMKM di kabupaten/kota dapat memanfaatkannya sebagai media penjualan atau memasarkan produknya.

Diketahui, NTB Mall merupakan sebuah aplikasi marketing (e-commerce) ekonomi digital dengan menghubungkan profil IKM/UMKM lokal NTB beserta produk-produknya langsung kepada calon pembeli.

Tidak hanya itu, Niken, menyatakan Dekranasda NTB juga terus mendorong Dinas Perindustrian mempromosikan keberadaan NTB Mall sebagai wadah menampung dan menjual produk lokal masyarakat. Dengan cara mendata produk hasil produksi dari UMKM untuk dipasarkan baik melalui online maupun offline.

“Kami terus mengimbau pengelola NTB Mall untuk turun ke lapangan memperkenalkan dan mempromosikan desa wisata, potensi kerajinan yang dimiliki desa tersebut,” ujarnya.

Bukan hanya potensi kerajinan yang diangkat dan dipromosikan, namun potensi-potensi lain yang menjadi usaha masyarakat lokal juga harus terus disyiarkan. Bahwa betapa kaya potensi kekayaan alam yang dimiliki NTB.

Eksistensi dan keberadaan perajin sangat didukung oleh Dekranasda. Oleh sebab itu, upaya penguatan dan support kepada perajin terus dibangun. Dekranasda NTB terus menggali potensi dan menginventarisir perajin di seluruh kabupaten/kota, sehingga daerah memiliki database perajin atau UMKM se-NTB.

Upaya dan langkah yang sudah dilakukan oleh Dekranasda NTB bersama OPD pada leading sektor ini terus dilakukan. Sehingga dapat diketahui kekurangan dan kelemahan perajin, baik secara finansial, pemasaran dan bentuk penguatan lainnya.

“Ini salah satu cara kami untuk memetakan potensi dan sisi mana perajin serta UMKM perlu bantuan,” tegas istri Gubernur NTB itu.

Diakui Niken, NTB merupakan daerah yang dianugerahi potensi alam dan SDM yang luar biasa. Termasuk kearifan lokal pada potensi masyarakatnya. Contoh potensi yang sudah menasional bahkan mendunia adalah tenun, ketak, olahan mutiara, gerabah.

Namun disamping itu, masih banyak produk lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dikemas agar memiliki pasar dan disukai konsumen. Tentunya harus dikembangkan dan olah dengan baik untuk meningkatkan PAD dan ekonomi masyarakat.

“Beberapa desa yang kita kunjungi hari ini memiliki kerajinan yang kualitasnya baik, seperti anyaman lontar, gerabah, anyaman bambu, herbal minyak kayu putih, dapat menjadi produk penunjang,” ucap Niken.

Apalagi saat ini tren produk arahnya eco-frendly atau ramah lingkungan. Jadi anyaman lontar ataupun bambu menjadi alternatif sebagai packaging atau pembungkus dan suvenir yang ramah lingkungan, bersahabat dengan alam dan tanpa menggunakan bahan dasar plastik.

Karena itu, Ketua TP PKK NTB ini meminta kepala desa di beberapa desa yang dikunjungi seperti Desa Penakak Masbagik sebagai penghasil gerabah dan desa Montok Gading Teteh Batu Selatan, mengaktifkan kembali BUMDes atau koperasi untuk menampung dan memasarkan hasil produksi perajin di desa. Sekaligus wadah dan mitra perajin meningkatkan daya saing dan kualitas produk.

“Beberapa mitra Dekranasda seperti Bank NTB Syariah dan BI wilayah NTB, mengaku siap membantu termasuk untuk permodalan,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Moh Faozal, mengatakan kunjungan Dekranasda NTB merupakan langkah dan upaya untuk mendorong perajin di era pandemi COVID-19. Karena menurutnya, beberapa desa wisata di NTB harus terus produktif jelang perhelatan MotoGP dan menggeliatkan ekonomi masyarakat.

“Kita sebentar lagi akan menerima ribuan tamu dari dalam dan luar negeri, maka perajin yang ada di desa wisata harus terus aktif dan bekerja untuk menghasilkan produk sebagai suvenir MotoGP 2021 di Mandalika,” katanya. (Ant)

Lihat juga...