Pelayaran ke Sabang Sudah Kembali Normal

Kapal cepat diparkirkan di pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Selasa (12/1/2021) – foto Ant

BANDA ACEH – Pelayaran dari pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh menuju Sabang, sudah kembali normal setelah sempat dilanda cuaca buruk, sehingga operasional kapal penumpang dihentikan pada Jumat (19/2/2021).

“Sementara sudah kembali normal, dan hari ini belum ada penundaan keberangkatan karena cuaca juga sudah mulai membaik,” kata Kepala Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Adrian, Sabtu (20/2/2021).

Sebelumnya, pelayaran kapal penumpang dari pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh menuju Sabang dan sebaliknya, dihentikan karena cuaca buruk melanda Kawasan perairan Aceh. Penghentian aktivitas kapal dilakukan, pada jadwal keberangkatan kedua dan ketiga, setelah pelayaran pertama berhasil selamat tiba di dermaga.

Ketinggian gelombang laut, saat itu mencapai tiga hingga empat meter. Sedangkan di Sabtu (20/2/2021), untuk kapal cepat Express Bahari dan Express Cantika, bisa berangkat seperti biasa dengan empat trip dari Banda Aceh-Sabang atau sebaliknya. Begitu juga dengan kapal lambat (fery). “Tetapi jadwal keberangkatan sewaktu-waktu dapat berubah, itu tergantung dari cuaca dan kondisi di lautan,” ujar Adrian.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I SIM Aceh Besar menyatakan, ketinggian gelombang di perairan laut Aceh Sabtu (20/2/2021) mulai normal. Khusus di wilayah Sabang-Banda Aceh, hanya berkisar 0,5 sampai 2 meter.

“Kemarin ketinggian gelombang dari Sabang ke Banda Aceh mencapai empat meter, karena itu mengganggu pelayaran dan harus dihentikan,” kata Kasi data dan informasi BMKG Aceh Besar, Zakaria Ahmad, Sabtu (20/2/2021).

Zakaria menuturkan, tingginya gelombang di perairan Aceh sejak beberapa hari terakhir, dipengaruhi adanya peningkatan kecepatan angin dari samudra pasifik bagian barat dan melintasi provinsi Aceh bagian utara. “Kecepatan angin ini juga mempengaruhi pesisirnya dengan arah timur laut hingga utara kecepatan antara 15 sampai dengan 40 km per-jam. Dan diperkirakan dalam dua hari ke depan sudah mulai menurun,” pungkas Zakaria. (Ant)

Lihat juga...