Pemerintah Dorong Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Melakukan penerapan aplikasi perkebunan sawit berkelanjutan, dinyatakan sebagai salah satu cara untuk mendukung perkebunan kelapa sawit milik rakyat. Karena akan meningkatkan produktivitas lahan yang berujung pada pendapatan yang lebih tinggi.

Deputi II Kantor Staff Presiden (KSP), Abetnego Tarigan, menegaskan pemerintah mendukung perkebunan kelapa sawit milik rakyat karena ada sebagian besar rakyat Indonesia yang menumpukan hidupnya sebagai petani kelapa sawit.

“Karena itu, kami mendorong pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, yang bisa menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) yang lebih baik. Dan petani kelapa sawit akan bisa mendapatkan hasil lebih baik dan akan lebih sejahtera,” kata Abetnego saat dihubungi, Senin (15/2/2021).

Deputi II Kantor Staff Presiden (KSP), Abetnego Tarigan, saat dihubungi terkait perkebunan kelapa sawit berkelanjutan milik rakyat, Senin (15/2/2021). -Foto: Ranny Supusepa

Untuk mengatasi permasalahan keragaman institusi maupun lembaga yang terlibat dalam tata kelola perkebunan kelapa sawit, ia menyatakan akan dilakukan kerja sama dan konsolidasi.

“Pengelolaan kelapa sawit ini kan bukan di satu kementerian saja. Sehingga, koordinasi dan konsolidasi merupakan satu hal yang perlu ditumbuhkan di lapangan,” ungkapnya.

Salah satu wujud dorongan pemerintah untuk terwujudnya perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan adalah dengan diwajibkannya Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) pelaku perkebunan kelapa sawit termasuk petani kelapa sawit. Sedangkan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan ISCC bersifat sukarela.

“Lantaran memiliki peranan besar dalam perdagangan internasional, minyak sawit asal Indonesia, kerap mendapatkan sorotan dan tudingan negatif akan keberadaannya. Sebab itu, dibutuhkan strategi bersama, dalam mengelola produksi minyak sawit nasional, supaya dapat menyuplai kebutuhan pasar minyak sawit secara berkelanjutan pula,” ucapnya.

Langkah lainnya adalah dengan pungutan dana CPO Supporting Fund (CSF), yang dikelola Badan Layanan Umum (BLU), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

“Melalui BLU BPDP-KS inilah, strategi pembangunan minyak sawit nasional dilakukan, dengan mendorong adanya pertambahan nilai dari CPO yang dihasilkan Indonesia,” tandasnya.

Sebagai informasi, Indonesia berhasil mencatat produksi minyak sawit mentah (CPO) Indonesia sekitar 51,627 juta ton pada tahun 2020.

“Sedangkan minyak sawit mentah berkelanjutan (CSPO) bersertifikat RSPO diperkirakan sekitar 15,19 juta ton, selain yang bersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan International Sustainability and Carbon Certification (ISCC),” pungkasnya.

Lihat juga...