Pemkab Cianjur Relokasi 22 Keluarga Di Kampung Cipari

Rumah warga di Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat, rusak berat, sehingga tidak dapat ditempati karena pergerakan tanah terus meluas dan bertambah dalam – Foto Ant

CIANJUR – Pemkab Cianjur, Jawa Barat, siap merelokasi 22 Kepala Keluarga (KK), yang terdiri dari 43 jiwa, yang ada di Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi. Mereka adalah korban pergerakan tanah, yang tercatat terus meluas.

Kondisi terbaru disebut, kedalaman pergerakan bertambah, mencapai tiga meter di masing-masing titik, terutama di perkampungan warga. Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, rencana relokasi akan disampaikan kepada warga terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan, karena setiap tahun atau setiap musim penghujan, pergerakan tanah kerap melanda kawasan tersebut.

“Hasil pendataan dan assasmen dari BPBD Cianjur, berkoordinasi dengan BMKG, wilayah tersebut rawan terjadi pergerakan tanah, sehingga tidak layak lagi untuk ditempati, sehingga kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk pihak desa untuk mencari lahan baru yang dinilai aman dari pergerakan tanah,” katanya.

Kampung Cipari disebut Herman, menjadi langganan bencana pergerakan tanah di setiap tahunnya. Sehingga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan menimpa warga, terlebih keselamatan jiwa, pemerintah daerah berharap warga setuju untuk direlokasi ke tempat yang aman dari pergerakan tanah.

“Kami prihatin karena setiap tahun, warga dihantui pergerakan tanah, sehingga perlu relokasi, agar warga dapat hidup dengan tenang aman dan nyaman, serta dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui ketakutan terutama ketika hujan turun deras,” katanya.

Kepala Desa Rawabelut, Sarip Hidayat mengatakan,.  seiring tingginya curah hujan dengan intensitas lama, bencana pergerakan tanah terus meluas, dengan kedalaman beragam hingga tiga meter terutama di area persawahan dan perkampungan warga.

Sebagian besar rumah warga rusak berat, tercatat ada 15 rumah yang terdiri dari 22 KKdengan 43 jiwa, terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat, sepeti rumah sanak saudaranya yang dinilai aman dari pergerakan tanah. “Kemungkinan direlokasi karena pergerakan tanah terus meluas dan semakin dalam, sehingga tanah di wilayah tersebut amblas. Kami akan sampaikan segera ke warga terkait rencana relokasi dengan harapan semua warga setuju karena tanah tempat mereka tinggal saat ini, sudah tidak dapat ditempati dan digarap lagi,” tambahnya. (Ant)

 

Lihat juga...