Pemkab Gresik Rencanakan Penerapan PPKM Skala Mikro

Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim (kiri), saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Gresik – Foto Ant

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berencana menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, setelah pelaksanaan PPKM jilid I dan II selesai.

Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim mengatakan, PPKM skala mikro menyasar level kecamatan atau desa, yang selama ini terindikasi masuk pada zona merah sebaran COVID-19. “PPKM skala mikro ini telah diputuskan Presiden Jokowi, dan sudah sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro,” kata Qosim, apel pemberian bantuan dan perlengkapan protokol Kesehatan PT Smelting Gresik di Halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (8/2/2021).

Beberapa wilayah yang masuk zona merah masing-masing Kecamatan Manyar, Kebomas, Gresik, dan Menganti. “Wilayah kecamatan yang terindikasi masuk zona merah akan dipersempit pada tingkat desa, RW, dan sampai tingkat RT. Penelusuran akan kami lakukan secara masif pada tingkatan tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Qosim menyebut, pemberlakuan PPKM jilid I dan II efektif menekan penularan COVID-19 di wilayah itu. Sedangkan dari grafik harian pertambahan kasus terkonfirmasi sudah melandai, bila dibandingkan dengan kondisi di pekan sebelumnya.

Ia mencatat, penambahan kasus COVID-19 di Gresik paling banyak berasal dari transmisi lokal (1.559 kasus), dan paling banyak terjadi di Kecamatan Manyar, Kebomas, Gresik, Driyorejo, dan Menganti. Qosim mengimbau, masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan, sebagai upaya mencegah penularan COVID-19, meski pemerintah sudah melaksanakan vaksinasi dan PPKM skala mikro. (Ant)

Lihat juga...