Penanganan Longsor di Cikalongkulon-Cianjur Sudah Tuntas

Petugas gabungan BPBD Cianjur, Jawa Barat, menuntaskan penanganan longsor di Desa Mekargalih, Kecamatan Cikalongkulon, yang sempat menimpa satu rumah dan tiga warung, Minggu (21/2/2021)  - Foto Ant

CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, sudah menuntaskan penanganan longsor yang menyebabkan tiga rumah dan satu warung tertimbun material longsor, di Kampung Ciwaregu, Desa Mekargalih, Kecamatan Cikalongkulon.

Bencana itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun belasan kepala keluarga terpaksa mengungsi karena kejadian tersebut. Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan mengatakan, penanganan rumah dan warung yang tertimpa longsor, sudah tuntas dilakukan.

Saat ini petugas fokus menangani longsor susulan di tebing setinggi 20 meter, dengan cara memasang puluhan bambu untuk penahan tanah, karena masih tingginya curah hujan. “Untuk penanganan rumah dan warung sudah tuntas, saat ini petugas gabungan bersama dinas terkait fokus pencegahan longsor susulan, yang dapat menutup landasan jalan alternatif Cianjur-Jonggol-Bogor karena curah hujan masih tinggi dan longsor susulan dapat setiap saat terjadi,” katanya.

Sementara dari 15 Kepala Keluarga (KK), yang sebagian besar membuka warung tidak jauh dari lokasi yang terdampak dan terancam longsor, saat ini telah diungsikan. Hal itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, terutama saat hujan turun lebat dengan intensitas lama.

Tercatat, dari 15 KK yang terdiri dari 47 jiwa itu mengungsi ke rumah sanak saudara yang dinilai aman dari jangkauan longsor. Meski di Minggu (21/2/2021) siang sudah ada yang kembali membuka warung, namun ketika malam tiba dan hujan kembali turun mereka diimbau untuk kembali ke pengungsian.

“Terlebih kalau hujan turun deras, mereka diimbau untuk waspada dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda alam akan terjadinya longsor susulan. Kami menyiagakan Relawan Tangguh Bencana (Retana) untuk siaga dan segera melakukan evakuasi warga,” jelasnya.

Mengenai material longsor, yang sempat menutup landasan jalan sepanjang 20 meter dengan ketinggian tiga meter, saat ini sudah berhasil disingkirkan. Arus lalu lintas dari arah Jonggol atau sebaliknya dari Cianjur, sudah dapat melintas normal. Namun pengendara diimbau untuk tetap hati-hati dan ekstra waspada, karena landasan jalan masih licin.

Saksi mata, Iman, warga sekitar yang terpaksa mengungsi mengatakan, hujan yang turun deras hingga malam menjelang membuat tanah tebing setinggi 20 meter yang terletak di belakang perkampungan dan warung yang berjajar di sepanjang wilayah tersebut, ambruk. Material tanah tersebut langsung menimbun satu rumah dan tiga warung milik warga.

“Beruntung pemilik rumah dan warung, sudah lebih dahulu keluar, karena sempat terdengar suara gemuruh sebelum longsor terjadi. Sebanyak 15 kepala keluarga pemilik rumah merangkap warung yang mengungsi sementara karena takut longsor susulan terjadi,” kata Iman. (Ant)

Lihat juga...