Pendapatan Kusir Delman di Ciparay Anjlok di Tengah Pandemi

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Sejak awal mewabahnya Covid-19 dan diberlakukannya pembatasan sosial, pendapatan kusir kretek (delman) rute Alun-alun Ciparay-Lapangan Barujati, Kabupaten Bandung menurun drastis.

Andi Suwandi, salah seorang Kusir yang ditemui Cendana News di Alun-alun Ciparay mengungkupkan, saat ini satu delman hanya bisa beroperasi maksimal tiga trip, sementara di masa normal sebelum pandemi, mereka bisa beroperasi hingga enam trip.

“Tiga trip juga jarang. Paling sering ya dua trip. Karena penumpangnya kan sedikit, jadi di pangkalan delman pada numpuk,” ujar Andi, Selasa (23/2/2021).

Andi Suwandi, salah seorang Kusir Delman yang ditemui Cendana News di Alun-alun Ciparay, Kabupaten Bandung tengah menunggu antrian penumpang, Selasa (23/2/2021). -Foto Amar Faizal Haidar

Andi menyebut, bahwa jumlah delman yang beroperasi di sana ada 60. Adapun operasionalnya sendiri dibagi menjadi dua shift, pagi (06.00-14.00) dan sore (14.00-21.00).

“Jadi satu shift ada 30 delman. Itu semua antri di Alun-alun. Dan delman baru berangkat kalau penumpangnya sudah penuh, karena jarang ada penumpang yang naik di tempat lain, jadi kebayang kan lamanya. Nunggu penumpang penuh itu biasanya setengah jam,” kata Andi.

Adapun tarif delman sendiri sangat murah. Hanya Rp3.000 dari Alun-alun Ciparay sampai Lapangan Barujati. Untuk penumpang yang turun di pertengahan rute biasanya ditarif sebesar Rp2.000.

“Kalau dihitung-hitung, maksimal penumpang delman itu ada enam orang. Kali tiga ribu kan cuma Rp18.000. Lalu kalau dikali dua trip jadinya Rp36.000. Nah dari situ dipotong untuk pakan kuda, biasanya Rp20.000 sehari, ya paling sehari bersih kita dapat cuma Rp16.000,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ujang yang juga seorang kusir delman berharap, agar pemerintah bisa mengatur persaingan usaha antara delman dan angkutan umum. Pasalnya, di tengah jumlah penumpang yang menurun, angkot dan delman seharusnya bisa saling mengerti.

“Kami ingin agar angkot yang jurusannya sama dengan kami, tidak ambil penumpang tujuan delman. Misal, penumpang dari Barujati menuju Ciparay janganlah sama angkot diambil, biar sama delman. Karena kan kita ini kosong terus kalau rute balik ke alun-alun. Penumpang banyak yang pilih angkot. Kami mohon pemerintah juga bantu ini,” papar Ujang.

Adapun untuk penumpang dari Alun-alun Ciparay, para kusir tidak melarang angkutan umum mengambil penumpang. Mengingat tidak begitu sulit mendapatkan penumpang di sana. Namun untuk rute sebaliknya, ia berharap semua pihak bisa saling mengerti.

“Kita ngga maulah berkelahi terus. Tapi mohon pengertiannya. Kalau angkot kan rutenya jauh, penumpangnya juga lebih banyak, nah kita ini cuma sedikit. Jadi kedepan semoga bisa saling pengertian,” pungkas Ujang.

Lihat juga...