Pengedaran Sabu Bermodus Bungkus Permen Dibongkar Polres Gresik

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto  - foto Ant

GRESIK – Satuan Narkoba Polisi Resor Kabupaten Gresik, Jawa Timur, membongkar jaringan pengedar sabu antarkota, dengan modus dibungkus berbentuk permen merek Hexos serta wafer.

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto, membenarkan jajarannya melakukan penangkapan pengedar narkoba jenis sabu, dalam kasus tersebut, di Kabupaten Sidoarjo. “Iya benar, penangkapan itu merupakan pengembangan dari ungkap kasus sebelumnya. Satuan Narkoba Polres Gresik kini terus mengejar pelaku lain dari jaringan narkoba antarkota tersebut,” kata mantan Kapolres Ponorogo itu melalui pesan singkatnya, Kamis (4/2/2021).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua paket kristal berwarna putih, yang diduga narkotika jenis sabu. Setelah ditimbang, berat masing-masing sekira 0,34 gram, dan sekitar 0,30 gram bruto. “Dua paket sabu siap edar ini oleh pelaku dikemas rapi dalam bungkus wafer berlapis kemasan permen Hexos. Kejelian petugas tak bisa dikelabui akal bulus pelaku. Pemasok sabu antarkota berkedok tukang parkir ini kami bongkar,” kata Alumni Akpol 2001 tersebut.

Pelaku berinisial IP (25) alias Unyil, merupakan warga Kelurahan Medaeng Sidoarjo. Pelaku sempat berkelit, ketika ditangkap Buser Narkoba Gresik, di pos parkir Jalan Letjen Sutoyo Kelurahan Medaeng, Sidoarjo. “Polisi menemukan barang haram itu saat disembunyikan di bawah meja tempat keseharian bekerja,” kata Arief.

Dari penggeledahan, petugas menemukan bungkus bekas permen Hexos, namun berisi dua plastik potongan bungkus wafer dan berisikan dua plastik klip yang di dalamnya terdapat kristal warna putih diduga Narkotika jenis sabu. “Pelaku menyebut, mendapatkan barang haram itu dari seseorang yang ia kenal di tempatnya bekerja,” tuturnya.

Selain dua paket sabu, di dalam bungkus permen Hexos, polisi juga mengamankan satu HP merk Oppo A3s, dan pelaku selanjutnya dibawa ke Polres Gresik untuk proses penyidikan. Pelaku terancam dijerat Pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 112 (ayat (1) UU RI No. 35/2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman sedikitnya 4 tahun penjara. (Ant)

Lihat juga...