Pengembangan Waduk Sermo tak Maksimal karena Ego Sektoral

YOGYAKARTA – Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo, Widiyanto, mengharapkan ada percepatan pengembangan kawasan Waduk Sermo dengan mengedepankan kolaborasi antarintanasi vertikal dan horisontal, supaya menjadi tujuan wisata unggulan dengan dukungan Bandara Internasional Yogyakarta, sehingga mendongkrak ekonomi masyarakat.

Widiyanto mengatakan, potensi objek wisata Waduk Sermo sangat luar biasa, namun belum dikembangkan secara maksimal karena adanya ego sektoral.

Ada beberapa intsansi yang harus berkolaborasi untuk pengembangan Waduk Seromo, yakni Pemkab Kulon Progo dalam hal ini Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dan Dinas Pertanian dan Pangan. Kemudian institusi di atasnya ada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

“Pemkab Kulon Progo hendaknya melakukan komunikasi secara intensif dengan BKSDA dan BBWSSO untuk pengembangan Waduk Sermo. Jangan mengedepankan ego sektoral dalam pembangunan, karena tujuan pembangunan itu kesejahteraan masyarakat. Pengembangan Waduk Sermo adalah salah satu upaya mendongkrak ekonomi masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Widiyanto di Kulon Progo, Minggu (28/2/2021).

Ia mengatakan, saat ini kawasan Waduk Sermo sangat memprihatinkan. Ruas jalan lingkar waduk rusak parah, di sisi lain kewenganan ada di BBWSSO, namun masyarakat dan wisatawan tahunya adalah kewenangan Pemkab Kulon Progo. Selain itu, di kawasan waduk tidak ada sarana penunjang berupa toilet. Untuk membangun sarana tersebut harus izin dengan BBWSSO.

Selanjutnya, Pemkab Kulon Progo tidak bisa memanfaatkan secara maksimal Wisma Sermo yang memiliki lokasi strategis, dan dapat menjadi daya dukung pengembangan wisata kuliner dan penginapan. Hal ini karena terganjal izin BKSDA.

“Kami berharap, Pemkab Kulon Progo melakukan komunikasi dengan BBWSSO dan BKSDA yang diwujukan dalam nota kesepahaman bersama pengembangan Waduk Sermo. Komunikasi perlu dibangun untuk kelancaran pembangunan,” harapnya.

Seperti diketahui, fungsi utama dari Waduk Sermo adalah pengairan area persawahan di Pengasih, Temon, Panjatan dan Wates. Kemudian untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah itu. Namun kondisi Waduk Sermo sangat mengkhawatirkan, karena terjadi pendangkalan, sehingga perlu dinormalisasi oleh BBWSSO. (Ant)

Lihat juga...