Pengunjung Hutan Limpakuwus Banyumas, Meningkat

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Selama satu minggu terakhir, tingkat kunjungan wisatawan di Hutan Limpakuwus, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, mulai mengalami peningkatan. Pada hari terakhir bulan Februari ini, Minggu (28/2/2021), jumlah pengunjung mencapai 1.300 orang.

Ramainya kunjungan wisatawan ini, salah satunya karena ketentuan rapid tes antigen bagi pengunjung saat ini sudah tidak diterapkan lagi. Sehingga, pengunjung hanya wajib menerapkan protokol kesehatan saja, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta pemeriksaan suhu tubuh saja.

Junior Manajer Bisnis Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito, mengatakan, peningkatan kunjungan wisata ini sudah mulai terjadi dalam sepekan terakhir. Pada akhir pekan, beberapa rombongan bus dari luar mulai masuk.

Junior Manajer Bisnis Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito di Baturaden, Minggu (28/2/2021). –Foto: Hermiana E. Effendi

“Rombongan wisatawan beberapa sudah mulai berdatangan, meskipun belum sebanyak saat situasi sebelum pandemi. Mereka rata-rata dari sekitar Banyumas saja, belum ada yang dari luar propinsi ataupun luar Pulau Jawa,” jelasnya, Minggu (28/2/2021).

Lebih lanjut Sugito mengatakan, saat penutupan objek wisata beberapa waktu lalu, pihaknya melakukan perluasan objek baik di dalam maupun di area parkir. Sehingga, saat ini Hutan Pinus Limpakuwus mempunyai kapasitas kunjungan hingga 5.000 orang.

Namun sesuai ketentuan dari pemerintah, untuk kunjungan dibatasi maksimal 30 persen dari total kapasitas per periodik. Sehingga tetap ada pembatasan kunjungan untuk menjaga penerapan physical distancing.

“Pengunjung tetap kita batasi maksimal 30 persen secara periodik, jadi jika di dalam sudah kapasitas ful 30 persen, maka petugas tidak akan memberikan izin pengunjung lain untuk masuk. Pengunjung diperbolehkan masuk, jika sudah ada wisatawan yang keluar,” tuturnya.

Destinasi wisata alam ini telah menerapkan protokol kesehatan yang mengacu panduan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Selain itu, tiket masuk juga menggunakan sistem pembayaran nontunai (cashless). Aturan tersebut berlaku untuk semua pengunjung, sehingga bagi pengunjung yang tidak memiliki alat pembayaran nontunai tidak diperkenankan untuk masuk.

Pesona Hutan Limpakuwus memang belum tergantikan oleh wisata alam lainnya. Memasuki kawasan tersebut, pengunjung akan disambut  hamparan hutan pinus yang tinggi dan teduh. Sepanjang mata memandang, hanya hamparan hijau pepohonan yang sejuk dan teduh.

Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wakhyono, mengatakan, tidak adanya lagi ketentuan rapid tes antigen bagi pengunjung membuat tingkat kunjungan wisata di Banyumas mengalami peningkatan.

“Ketentuan rapid tes antigen hanya diberlakukan pada minggu pertama objek wisata dibuka saja, kalau saat ini sudah tidak ada lagi aturan tersebut. Sehingga wisatawan maupun pengelola menjadi lebih nyaman,” katanya.

Lihat juga...