Penipu Tawarkan 400 Juta Vaksin COVID Mambang di Uni Eropa

 Bendera UE di Markas Besar UE di Brussels, Belgia pada 5 Oktober 2020 – foto Ant

BERLIN – Penipu, menawarkan 400 juta dosis vaksin COVID-19 senilai sekitar 3 miliar euro atau setara Rp51,9 triliun, kepada negara-negara Uni Eropa.

Dua pejabat menunjukkan, bagaimana para penjahat berusaha memanfaatkan kesemrawutan kampanye inokulasi, yang membebani pemulihan ekonomi blok itu terjadi.

Para pemimpin Uni Eropa akan membahas melalui konferensi video, bagaimana melindungi 450 juta warganya dari varian baru virus corona yang lebih menular. Dan memastikan, pengiriman vaksin yang stabil, meningkatkan produksi, dan memperbarui suntikan untuk melawan varian baru.

Dua pejabat eksekutif Komisi Eropa itu memperkirakan, sekira 400 juta dosis vaksin mambang alias hantu, telah ditawarkan oleh penipu dengan harga hingga 3 miliar euro. “Ada jumlah yang sangat besar,” kata salah satu pejabat itu.

“Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya ada di dalam botol ini. Kasus terbaiknya adalah (penipuan ini) tidak berfungsi, dalam kasus terburuk ini adalah masalah yang sangat serius,” tambahnya.

Pejabat itu mencatat, sebagian besar suntikan yang ditawarkan kepada pemerintah Uni Eropa oleh para pedagang, konon adalah vaksin AstraZeneca. Kondisi tersebut mirip dengan situasi saat dimulainya pandemi virus corona pada awal 2020. Ketika itu, penjahat mengeksploitasi kekurangan masker dan peralatan pelindung lainnya, untuk melancarkan aksi.

Seorang pejabat kedua, yang juga berbicara tanpa menyebut nama mengatakan, Komisi khawatir dengan vaksin mambang itu. “Tidak jelas, apakah ini adalah dosis vaksin asli atau apakah kita hanya berbicara tentang air asin dalam botol kecil,” kata pejabat tersebut.

UE telah memperingatkan, penipuan vaksin sedang meningkat, dengan dosis palsu beredar di pasaran. Tetapi sejauh mana masalahnya sudah terjadi, masih belum jelas sampai sekarang. (Ant)

Lihat juga...