Penjualan Bunga dan Buah di Bandar Lampung Meningkat

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Menjelang hari raya imlek, penjualan komoditas bunga dan buah di Bandar Lampung mulai meningkat. Hasanah, pedagang bunga segar di pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang, menyebut bunga segar bertangkai dan tabur banyak diminati. Lima hari jelang Imlek yang jatuh pada Jumat 12 Februari 2021 mendatang, ia mendapat pesanan ratusan tangkai bunga. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dibanding hari biasa.

Bunga yang dijualnya jenis krisan, mawar, melati, dan sedap malam. Bunga pacar, melati, mawar untuk tabur juga disediakan dengan kemasan.

Bunga jenis krisan, mawar dan sedap malam, menurutnya paling banyak dicari. Kebutuhan bunga tangkai segar itu banyak digunakan untuk keperluan sembahyang umat Katolik dan Budha di tempat ibadah. Bunga dijual seharga Rp25.000 hingga Rp50.000 satu rangkaian. Bunga tabur dijual mulai Rp5.000 hingga Rp10.000 per kemasan. Selain dirinya, sejumlah pedagang memanfaatkan peluang berjualan komoditas pertanian itu.

Berbagai jenis bunga dan buah digunakan untuk sesaji kepada leluhur di vihara Thay Hin Bio, Jalan Ikan Kakap Teluk Betung, Bandar Lampung, Senin (8/2/2021). -Foto: Henk Widi

“Bunga segar yang masih memiliki tangkai, kami dapat dari distributor yang mendapatkan pasokan dari petani di wilayah Gisting, Liwa, dan sebagian dari Bogor, dengan keuntungan setiap penjualan mencapai Rp5.000 hingga Rp8.000, bunga segar banyak diminati untuk berbagai acara,” sebut Hasanah, saat ditemui Cendana News, Senin (8/2/2021).

Hasil pertanian sektor hortikultura itu, sebut Hasanah, banyak digunakan untuk sembahyang dan ziarah. Namun seiring perkembangan zaman, bunga segar banyak digunakan untuk hadiah. Mendekati hari Valentine yang dirayakan kaum muda, bunga mawar dan sedap malam yang dirangkai menjadi buket hadiah. Masa wisuda, bunga yang dirangkai juga menjadi pilihan hadiah dan penghias rangkaian bunga ucapan pernikahan dan ulang tahun.

Pedagang bunga di pasar Bambu Kuning, sebutnya, mencapai belasan orang. Distributor akan menyediakan berbagai jenis bunga untuk dijual secara eceran. Bisnis jual beli bunga yang mengandalkan hasil budi daya petani, cukup menguntungkan. Menjaga bunga tetap segar, ia menempatkan tangkai bunga pada ember berisi air.

“Bunga yang segar akan diminati pelanggan, apalagi digunakan untuk kebutuhan ibadah, hadiah memperat relasi antarkerabat,” bebernya.

Selain bunga, komoditas pertanian yang banyak diminati jenis buah segar.

Sobari, pedagang buah, menyebut jelang Imlek buah jeruk, apel dan buah naga banyak diminati. Berbagai jenis buah segar tersebut dijual mulai harga Rp8.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Pasokan buah segar sebagian berasal dari Medan dan Bandung. Sebagian buah berasal dari produsen buah impor.

“Buah segar banyak diminati untuk konsumsi, pembuatan parsel hantaran hadiah dan juga untuk sesaji sembahyang,” bebernya.

Mendekati Imlek, buah segar paling dominan dibeli pelanggan jenis buah naga.

Usman, pedagang di pasar Bambu Kuning itu, menyebut buah berwarna merah menyerupai sisik naga paling banyak diburu. Jenis buah naga merah dan putih dijual mulai Rp15.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Satu kilogram buah naga berisi dua hingga tiga buah.

Menjaga buah naga tetap segar, Usman menyiapkan stok sebelum matang. Buah yang masih segar banyak diminati untuk pembuatan salad, jus dan es buah. Buah naga yang memiliki warna merah identik dengan Imlek juga banyak dipakai untuk sesaji persembahyangan. Buah naga yang bentuknya unik, menjadi pelengkap pembuatan parsel buah untuk hantaran.

“Buah naga banyak dipasok dari petani di Lampung Timur yang memasuki panen jelang Imlek,” bebernya.

Chong Sui Ni, memilih membeli buah segar di pusat perbelanjaan Chandra. Sejumlah buah yang dipilih berupa melon golden, buah naga, apel dan pir. Berbagai jenis buah itu kerap digunakan untuk konsumsi keluarga.

Namun pada masa pandemi Covid-19, buah segar menjadi pelangkap pembuatan parsel. Hadiah hantaran akan dikirim ke kerabat yang tidak bisa saling berkunjung kala Imlek atau tahun baru Tionghoa tersebut.

Lihat juga...