Penjualan Susu Sapi Perah di Rembangan Jember, Meningkat

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Penjualan susu sapi di Jember, Jawa Timur, mengalami kenaikan selama masa pandemi Covid-19. Peternakan yang berada di wilayah Rembangan banyak dicari warga dan berdatangan untuk membelinya.

“Selama masa pandemi ini penjualan susu sapi mengalami kenaikan. Pernah juga persediaan di sini sampai kehabisan karena peminat pembeli meningkat,” ujar pengelola peternakan susu sapi, Moch. Havid, di  bilangan Jl. Rembangan No.13, Darungan, Kemuning Lor, Arjasa, Jember, Selasa (23/2/2021).

Peternakan susu sapi perah banyak dicari warga di masa pandemi Covid-19. Susu sapi menjadi pilihan warga untuk dijadikan bahan konsumsi minuman setiap hari. Karena dirasa kandungan susu sapi sangat baik untuk tubuh manusia, apalagi di masa saat ini kesehatan sangat penting untuk tetap di jaga dengan baik.

Moch. Havid, ditemui Cendana News di kantor peternakan sapi perah Desa Darungan Kecamatan Arjasa, Jember, Selasa (23/2/2021). -Foto: Iwan Feri Yanto

Peternakan susu sapi Rembangan menyediakan aneka ragam susu hasil perahan, baik yang murni maupun yang sudah melewati tahapan proses memasak terlebih dahulu.

“Untuk persediaan rasa susu di sini bermacam-macam. Ada yang rasa susunya murni tanpa dimasak terlebih dahulu, yakni setelah perahan susu di peroleh hanya dilakukan penyaringan kemudian langsung di kemas. Ada juga yang sudah melewati proses dimasak terlebih dahulu. Untuk susu yang sudah dimasak memiliki varian rasa yang bermacam-macam, ada rasa coklat, strawberry, jeruk dan lain sebagainya,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menghasilkan rasa susu sapi yang baik, bersama tim lainnya rutin melakukan pengecekan kadar lemak yang ada pada susu sapi setiap hari.

“Keadaan kadar lemak susu yang baru bisa dilakukannya proses perah, minimal harus 4 persen, apabila kadar lemaknya turun di posisi 3 persen, sapi tersebut tidak dilakukan proses perah, dibiarkan dulu sampai naik 4 persen lagi. Sedangkan untuk satu sapi dapat dilakukan proses perah 2 kali selama 24 jam,” bebernya.

Kualitas rasa susu sapi yang alami perlu dijaga. Karena tidak sedikit usaha susu sapi perah juga dilakukan oleh masyarakat sekitar.

“Menurut beberapa pembeli yang datang ke sini, rasa susu sapi di sini dirasa berbeda dengan miliki usaha susu sapi perah yang ada di sekitar sini. Rasanya lebih enak, Walaupun sebenarnya tanpa melewati proses memasak terlebih dahulu cukup disaring rasa susunya akan terasa. Berbeda dengan susu sapi perah yang sudah dicampur dengan air. Kalau susu sudah dicampur dengan air rasanya sudah sedikit berubah,” tuturnya.

Usaha peternakan susu sapi perlu perawatan secara rutin dan teratur. Proses perawatan berguna untuk menjaga kualitas dari hasil perahan susu, dan menjaga kesehatan pada sapi.

“Disiplin melakukan perawatan pada sapi menjadi kunci penting. Karena sapi yang sehat akan memproduksi susu yang baik. Untuk peternakan sapi d isini, kita rutin melakukan suntikan vitamin setiap satu bulan sekali. Sedangkan untuk pakan ternak yang rutin kita berikan yaitu kosentrat, ampas tahu, katul padi, dan tetes tebu,” imbuhnya.

Rembangan merupakan tempat yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Karena memiliki tempat yang menarik untuk dijadikan sebagai tempat wisata.

“Beruntungnya juga orang-orang banyak yang mengetahui daerah Rembangan. Bagi sebagian orang, sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Rembangan. Sering kali orang yang ingin liburan datang ke Rembangan, hampir rata-rata mampir ke sini untuk membeli beberapa kemasan susu sapi,” tambahnya.

Terpisah, seorang wisatawan Ririn,  mengatakan dirinya sering kali kalau datang ke Rembangan untuk liburan, menyempatkan waktu membeli susu sapi buat dikonsumsi pas saat di atas Rembangan ataupun untuk oleh-oleh dibawa pulang.

“Rasa susunya enak, apalagi sekarang sudah disediakan beragam rasa yang bisa dipilih. Tapi kalo saya sendiri masih suka rasa susu sapi yang murni,” tegasnya.

Lihat juga...