Penyaluran Beasiswa Madrasah dan Pesantren Direncanakan Berbasis Digital

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) tengah merancang metode penyaluran beasiswa madrasah dan pesantren menggunakan aplikasi dompet digital. Kemenag menggandeng PT Fintek Karya Nusantara, pemilik perusahaan LinkAja untuk mematangkan rencana tersebut.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, penyaluran beasiswa berbasis digital merupakan langkah dalam memperbaiki birokrasi layanan pendidikan keagamaan.

“Kita berharap dengan menggandeng perusahaan penyedia layanan dompet digital, bisa membantu kita meningkatkan transparansi pengelolaan dana layanan pendidikan keagamaan,” ujar Menag dalam siaran pers yang diterima Cendana News, Kamis (11/2/2021).

Menurut Menag, rencana tersebut baru dapat dilakukan secara bertahap, mengingat masih ada sebagian madrasah dan pesantren di Indonesia yang berada di area blank spot.

“Sebagian madrasah dan pesantren di bawah Kemenag itu berada pada blank spot atau daerah yang tidak mendukung signal komunikasi. Mungkin secara bertahap bisa dilaksanakan di daerah yang bukan blank spot,” kata Menag.

Sementara itu, Direktur Utama PT Fintek Karya Nusantara Haryati, Lawidjaja menguraikan, penggunaan dompet digital dalam penyaluran beasiswa memiliki beberapa keunggulan.

“Di antaranya lebih aman kepada penerima manfaat, transaksi mudah hingga tersedianya layanan syariah. Sementara keunggulan bagi pemerintah yaitu instan delivery, tidak ada biaya distribusi, tepat sasaran dan jumlah serta transparansi,” tandasnya.

Haryati menambahkan, untuk opsi penyaluran beasiswa peserta didik madrasah dan pesantren yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada penerima manfaat, mengirimkan pemberitahuan dan juknis kepada madrasah.

“Begitu juga dengan menyiapkan daftar penerima termasuk data nama orangtua, nama santri, nomor handphone orangtua dan nominal bantuan. Aplikasi ini akan dilengkapi dengan teknologi verifikasi atau face recognition agar bantuan tepat sasaran,” pungkasnya.

Lihat juga...