Penyelenggara Olimpiade Terbitkan Panduan Pencegahan COVID-19

Seorang pejalan kaki memakai masker pelindung berjalan melewati layar yang memperlihatkan hitung mundur pelaksanaan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 yang ditunda sampai tahun 2021 akibat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), di Tokyo, Jepang, Sabtu (23/1/2021) – Foto Dok Ant

JAKARTA – Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo, merilis sejumlah peraturan awal, terkait penanggulangan COVID-19 dalam perhelatan pesta olahraga sejagad tersebut, Rabu (3/2/2021).

Peraturan bagi delegasi federasi internasional, yang digabungkan ke dalam suatu playbook oleh panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo, Komite Olimpiade Internasional, dan Komite Paralimpiade Internasional. Aturan tersebut berisi sejumlah hal, mulai dari protokol mencuci tangan, penerapan disinfektan ke meja makan, hingga melarang suporter bersorak atau bernyanyi selama menonton pertandingan.

Playbook terpisah tersedia bagi atlet, media, dan awak stasiun penyiaran. Sejumlah panduan utama yang dipublikasikan tersebut seperti, HIGIENE, Playbook mengatur partisipan Olimpiade harus mengenakan masker wajah setiap saat, kecuali ketika makan dan tidur atau berada di luar arena. Panduan itu menyarankan, ruangan berventilasi sehingga memungkinkan pertukaran udara secara teratur, atau setidaknya setiap 30 menit. Dan sebisa mungkin menghindarkan diri dari saling tukar barang.

Selain itu federasi internasional diimbau membawa lebih banyak masker, untuk mengantisipasi udara Tokyo yang panas dan lembab ketika musim panas. Kemudian, KONTAK SOSIAL. Buku panduan mengatakan, partisipan harus membatasi kontak fisik dengan para atlet, dan menjaga jarak mereka minimal dua meter. Setiap saat juga diharuskan menghindari keramaian dan tempat-tempat tertutup, sebisa mungkin untuk mencegah kontak fisik yang tidak diperlukan seperti pelukan, tos, dan jabat tangan. Panduan itu juga mengatakan, partisipan seharusnya tidak menaiki transportasi publik kecuali jika memiliki izin.

Aturan untuk MEMASUKI JEPANG. Kontak dengan orang lain ditahan seminimal mungkin selama rentang 14 hari sebelum memasuki Jepang. Partisipan Olimipiade diharuskan menyiapkan daftar nama-nama orang yang mungkin terlibat kontak selama di Olimpiade, termasuk teman sekamar atau teman satu tim. Di bandara, partisipan harus bergerak secepat mungkin, dan tidak mampir ke toko apapun.

Ketentuan mengenai TES, TRACING, ISOLASI. Peserta Olimpiade akan dicek suhu badannya, setiap saat mereka memasuki arena. Dan harus melaporkan hasil ke aplikasi laporan kesehatan. Selain menjalani tes dalam rentang 72 jam sebelum terbang ke Jepang, mereka akan dites kembali untuk virus corona di bandara dan selama Olimpiade. “Para atlet akan menjalani tes, setidaknya setiap empat hari,” kata Direktur Operasi Olimpiade, OIC, Pierre Ducrey.

Kasus positif akan segera memaksa isolasi. Panduan lebih lanjut soal isolasi dan tes akan selesai pada April nanti. Di OLIMPIADE, partisipan diizinkan mendukung para atlet dengan bertepuk tangan, tapi tidak dengan menyanyi atau bersorak-sorak. Kemudian untuk VAKSIN, IOC akan bekerja sama dengan Komite Olimpiade Nasional, untuk mendorong dan membantu atlet dan staf agar dapat divaksinasi di negara asal mereka sebelum pergi ke Jepang. Tapi vaksinasi bukanlah suatu kewajiban untuk berpartisipasi di Olimpiade.

Dan SANKSI bagi delegasi internasional, akan diwajibkan menunjuk seorang liason officer COVID-19, yang akan bertanggung jawab memastikan partisipan mengikuti panduan. Tidak mengindahkan peraturan akan memiliki dampak terhadap keikutsertaan Anda di Olimpiade dan di sejumlah kasus partisipasi anda di kompetisi-kompetisi. Pelanggaran serius dalam mematuhi panduan itu bisa menyebabkan penarikan akreditasi atau hak berpartisipasi ke suatu ajang. (Ant)

Lihat juga...