Perbaikan Sekolah Rusak di Kota Semarang Gunakan BOS dan APBD Disdik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Bencana alam yang melanda wilayah Kota Semarang, turut berimbas pada sektor pendidikan. Tercatat setidaknya ada empat gedung sekolah yang rusak, dan perlu dilakukan perbaikan.

“Bencana banjir yang terjadi, termasuk hari ini (Kamis-red), yang menggenangi sejumlah wilayah di Kota Semarang, turut berimbas pada sektor pendidikan. Meski di sektor pembelajaran tidak menjadi persoalan karena masih pembelajaran jarak jauh (PJJ), namun dari sarana prasarana sekolah, terimbas,” papar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri saat dihubungi di Semarang, Kamis (25/2/2021).

Dipaparkan, bencana banjir sudah dua kali ini terjadi, termasuk pada awal Februari 2021 lalu, mengakibatkan empat sekolah di Kota Semarang, rusak dan memerlukan perbaikan.

“Ada dua bangunan sekolah dasar (SD) dan dua bangunan SMP, yang rusak akibat banjir, yang melanda wilayah Semarang. Saat ini, tengah kita siapkan perbaikan, dengan menggunakan anggaran dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Disdik Kota Semarang,” terangnya.

Terkait banjir yang kembali terjadi di Kota Semarang, pihaknya juga mempersilahkan masing-masing sekolah yang terdampak, dan memerlukan perbaikan gedung atau sarpras, bisa menggunakan dana BOS atau APBD Disdik.

“Silahkan dari pihak sekolah untuk melapor ke Disdik, terkait kerusakan dan anggaran yang diperlukan. Nanti kita akan terjunkan tim untuk melakukan pengecekan di lapangan,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Semarang Nur Choiri, juga mendorong peran pemerintah, dalam hal ini Disdik Kota Semarang, untuk segera merespon kendala yang dihadapi sekolah. Termasuk terkait sarana prasarana, yang rusak akibat bencana.

“Meski saat ini Kota Semarang masing menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), namun sarpras sekolah tetap harus dijaga. Tujuannya agar, jika pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan pada sewaktu-waktu, sekolah sudah siap,” terangnya.

Sejauh ini, dari pantauan PGRI Kota Semarang, ada sejumlah sekolah yang terendam banjir. Termasuk di kawasan Trimulyo Genuk serta Mangkang. “Contohnya di Kecamatan Genuk, sedikitnya ada 6 sekolah yang terendam banjir. Tentu harus dilakukan pengecekan, apakah ada yang rusak dan memerlukan perbaikan,” tambahnya.

Ditambahkan, terkait bantuan anggaran untuk perbaikan sekolah, juga bisa menggunakan dana BOS atau pun alokasi dana APBD Kota Semarang. “Untuk itu, kita dorong sekolah yang rusak, untuk segera melakukan pelaporan. Kita juga dorong agar pemerintah, khususnya Disdik Kota Semarang untuk segera memperbaiki,” pungkasnya.

Lihat juga...