Pertani Pasok Benih Padi ke Wilayah Perbatasan RI

JAKARTA – PT Pertani (Persero) memasok kebutuhan benih padi di perbatasan Indonesia paling luar dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

“Sesuai komitmen kami, insyaallah Pertani men-support daerah perbatasan, dapat memenuhi ketahanan pangannya sendiri serta bisa menjadi penyangga kota besar di sekitarnya, khususnya dalam kebutuhan akan beras,” papar Direktur Utama Pertani, Maryono, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Menurut Maryono, Pertani mendukung wilayah di perbatasan menjadi lumbung pangan dan pintu gerbang ekspor ke negara tetangga, karena selama ini Malaysia atau Filipina senang terhadap hasil pertanian Indonesia.

“Tentu hal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, karena bernilai ekonomi yang cukup tinggi,” katanya.

Pertani mendukung ketahanan pangan dengan memastikan distribusi benih unggul dapat menjangkau seluruh pelosok negeri, termasuk di perbatasan Indonesia paling luar.

Melalui Cabang Kalimantan Barat, Pertani telah menjangkau desa di wilayah Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yang merupakan jalur perbatasan darat dengan negara Malaysia, khususnya Sarawak.

Saat ini, belasan hektare di kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia itu dapat memperoleh benih unggul dari Pertani, dari penugasan melalui permintaan Kementerian Pertanian RI (E-Katalog).

Di sisi lain, Pertani juga terus berkomiten menjalankan penugasan benih padi bantuan pemerintah melalui E-Katalog Kementan. Pertani, kata dia, tidak mendapatkan penugasan khusus atau pun privilege.

Hal itu, lanjut dia, membuat Pertani harus bersaing dengan produsen yang terdaftar pada E-Kataog Benih Padi Kementan, baik dari sisi harga, kualitas, pelayanan dan kemampuan distribusi ke titik bagi kelompok tani.

Pertani juga membuktikan kerja keras dan komitmennya, setelah selama 2020 Pertani telah memasok benih padi untuk 1 juta hektare bakal sawah.

“Ke depan, Pertani akan memperkuat jaringan usaha, agar dapat meningkatkan penjualan secara retail, serta tidak lupa agar dapat memenuhi kebutuhan benih padi hingga ke pelosok negeri, untuk mendukung ketahanan pangan di daerah perbatasan,” kata Maryono. (Ant)

Lihat juga...