Petani Bondowoso Keluhkan Harga Pupuk Tanaman Cabai

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BONDOWOSO – Petani cabai di Bondowoso mengeluhkan kebutuhan dasar tanaman cabai saat ini terasa mahal harganya. Seperti kebutuhan pupuk yang saat ini harga per kilonya berkisar 6 sampai 9 ribu. Sedangkan untuk kebutuhan pupuk tanaman di sawah, petani rata-rata hampir membutuhkan 1 kuintal pupuk.

Salah satu petani cabai di Bondowoso mengalami banyak pengeluaran dalam merawat tanaman cabai. Penyebabnya karena saat ini adalah musim hujan, sehingga untuk merawat tanaman cabai perlu biaya yang tidak sedikit.

“Sekarang kendalanya juga karena musim hujan. Sedangkan untuk tanaman cabai di musim hujan tidak bisa diabaikan begitu saja. Mengingat tanaman cabai mudah rusak saat musim hujan,” ucap petani cabai, Samsul, kepada Cendana News, yang berada di Desa Suger, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Senin (15/2/2021).

Tanaman cabai di kala musim hujan, menurutnya membutuhkan perawatan yang lebih intens. Baik dari segi pengobatan maupun dalam segi pemupukan. Biaya yang dikeluarkan bisa lebih banyak.

“Karena ini musim hujan, cabai itu tidak bisa terkena air terus-menerus, dampaknya pohonnya mudah busuk dan berakibat mati. Untuk mencegah seperti itu, perlu dilakukan pemupukan maupun pengobatan yang teratur,” imbuhnya.

Ia menambahkan, saat musim kemarau perawatan bisa dilakukan sebulan setidaknya 3 kali, yakni untuk pemupukan maupun pengobatan.

Namun saat musim hujan, bisa saja dalam 1 bulan menghabiskan waktu antara 4 sampai 5 kali perawatan, untuk mencegah kerusakan. Antisipasi gejala busuk akibat hujan maupun serangan hama tanaman.

“Sebenarnya pupuk saat ini sangat dibutuhkan petani. Berapa pun harganya pasti akan dibeli. Karena kebutuhan petani itu tidak lepas dari pupuk,” ujarnya.

Pemerintah saat ini belum memberikan kebijakan yang tepat, bagaimana alternatif mengatasi kebutuhan petani cabai di Bondowoso dalam hal pupuk.

“Saya sendiri sampai saat ini belum pernah mendapatkan bantuan apa-apa dalam menjalankan usaha pertanian. Hampir 3 tahun usaha pertanian yang dijalani tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tegasnya.

Situasi itu membuat petani lesu. Jika untung dari usaha pertanian, bisa saja hanya dapat menutupi biaya operasional. Untuk keuntungan di kala musim hujan dan pandemi saat ini, terasa turun drastis.

Terpisah, petani cabai, Eko menyatakan, perawatan cabai memang perlu dilakukan secara benar dan maksimal. Apalagi jika memang musim hujan.

Lihat juga...