Petani dan Petambak Lamsel Terdampak Luapan Sungai

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Musim penghujan berimbas kerugian pada sejumlah petani padi dan petambak di Lampung Selatan. Sungai Way Pisang pun meluap hingga menyasar lahan pertanian padi di Kecamatan Palas.

Sugiyanto, petani di Dusun Muara Badas, Desa Palas menyebut luapan sungai berimbas tanaman padi membusuk. Beberapa petani di Desa Sukaraja, Palas Bangunan, terpaksa mengganti bibit imbas banjir.

Hujan dengan intensitas tinggi berimbas Sungai Way Pisang meluap merugikan petani. Dampak paling langsung pada tanaman padi sebut Sugiyanto bibit padi usia 20 hari setelah tanam (HST) tercabut. Ia memilih menyiapkan bibit cadangan dengan risiko uang yang dikeluarkan lebih banyak. Beberapa petak sawah sebutnya tidak bisa ditanami kembali menunggu air di petak sawah surut.

Proses pembuangan air banjir pada lahan sawah menurut Sugiyanto sulit dilakukan. Pasalnya meski hujan di bagian hulu berdampak pada meluapnya Sungai Way Pisang. Petani memilih membiarkan lahan yang telah terendam banjir. Prediksi hujan deras yang akan terjadi hingga akhir bulan sebutnya membuat petani memilih menunda proses penanaman ulang.

“Bibit padi yang telah ditanam imbas terendam banjir membusuk sehingga diperlukan proses penanaman ulang namun kami masih menunggu intensitas hujan berkurang karena potensi banjir imbas luapan sungai Way Pisang masih terjadi berpotensi merugikan petani,” terang Sugiyanto saat ditemui Cendana News, Jumat (5/2/2021).

Sugiyanto bilang musim tanam penghujan atau rendengan membuat risiko kerugian tetap tinggi. Sejumlah petak sawah yang terendam banjir tertimbun oleh material lumpur dan pasir. Timbunan material lumpur dan pasir sebutnya berimbas ia harus melakukan proses pengolahan ulang pada lahan miliknya. Hama keong mas yang terbawa air banjir juga berpotensi merusak tanaman padi pada masa pertumbuhan.

Timbul, salah satu pemilik tambak di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi,Lampung Selatan melakukan pemanenan parsial hindari kerugian imbas banjir, Jumat (5/2/2021). -Foto Henk Widi

Imbas banjir yang meluap pada Sungai Way Pisang, debit air yang tinggi menimbulkan luapan pada Sungai Way Sekampung. Sungai yang menampung sejumlah sungai kecil tersebut berimbas areal pertambakan udang di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi limpas. Fenomena limpas Sungai Way Sekampung diakui Timbul yang memiliki lahan di dekat bantaran sungai.

“Sebagian petambak udang vaname memilih melakukan panen parsial, sebab panen total dengan pengurasan air tambak sulit dilakukan,” cetusnya.

Pada area tambak yang berada di dekat Sungai Way Sekampung, limpasan membuat udang terbawa arus. Sebagian pembudidaya udang memilih memasang waring. Sebagian petambak memilih melakukan pemanenan parsial. Pemanenan parsial dilakukan dengan menjala udang berukuran 50 hingga 60. Proses panen total akan dilakukan saat udang mencapai ukuran atau size 90 hingga 100.

Limpasan banjir pada lahan pertambakan di wilayah Bandar Agung berpotensi menghambat aktivitas warga. Sugiyono, salah satu petambak udang di Dusun Kuala Jaya menyebut saat air pasang laut berbarengan dengan banjir Sungai Way Sekampung, banjir rob naik ke permukiman warga. Selain ke permukiman, luapan banjir rob mengakibatkan akses jalan penghubung antar desa terendam air.

Kerugian petambak udang vaname sebut Sugiyono dihitung dari penyediaan bibit dan pakan. Saat Sungai Way Sekampung meluap proses pemanenan manual sulit dilakukan. Normalnya pemanenan secara total bisa dilakukan dengan pemompaan air ke kanal. Namun imbas banjir sejumlah kanal pembuangan terendam banjir. Imbas banjir kerugian petambak sebutnya bisa mencapai puluhan juta. Terlebih sebagian petambak memasuki masa panen total.

Lihat juga...