Petani di Bekasi Mulai Tanam Buah Blewah, Persiapan Ramadan

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Petani di wilayah Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mulai melakukan persiapan budi daya garbis atau blewah, serta timun mas, buah musiman yang banyak dicari pada bulan suci Ramadan.

Buah blewah, timun suri (timun mas) memerlukan waktu hanya 55 hari dari masa tanam untuk panen. Sehingga saat memasuki awal puasa pada bulan suci Ramadan 1442 Hijiriah, 13 April 2021, petani sudah mulai bisa menjual.

Wilayah Sumberjaya berbatasan langsung dengan Kecamatan Tambun Utara, wilayah yang dikenal sebagai sentra penghasil timun suri dan blewah di Kabupaten Bekasi. Bahkan, di Desa Srimahi, terlihat tugu blewah dan timun suri.

Rino, petani di Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mulai menyiapkan garapan lahan untuk penanaman blewah buah musiman yang biasa dijumpai saat bulan suci Ramadan, Senin (15/2/2021). –Foto: M Amin

“Saat ini, petani mulai proses penyiapan lahan untuk penanam blewah atau pun timun suri di lahan yang mereka sewa. Petani sendiri sudah tahu, bahwa panen akan dilaksanakan saat memasuki bulan suci Ramadan,” kata Pakdi Tarmin, warga Sumberjaya, Kepada Cendana News, Senin (15/2/2021).

Dikatakan, bahwa untuk proses penanaman blewah atau timun suri sendiri tidak susah dan hanya memerlukan waktu 55 hari, maka sudah bisa dipanen. Untuk lahan satu hektare, memerlukan tiga hari untuk mengolahnya seperti membajak dan pembibitan.

Menurut Tarmin, harga blewah lebih tinggi saat awal Ramadan biasanya petani menjual ke pengepul bisa mencapai Rp6.000/kilogram. Harga tersebut akan turun di pertengahan hingga akhir bulan suci Ramadan.

“Harga blewah lebih tinggi dibanding timun suri, selisihnya bisa Rp3.000-an. Biasanya timun suri hanya Rp3.000/kilogram saat panen, bahkan bisa lebih merosot lagi dibanding blewah,” papar Tarmin.

Rino, petani lainnya, ditemui di lokasi lahannya Desa Sumberjaya, mengaku lebih memilih menanam blewah dibanding timun suri, karena untuk proses penanaman memerlukan waktu tiga hari lebih. Untuk satu hektare lahan, biasanya dikerjakan tiga orang.

“Untuk bibit, agar menghasilkan produksi yang bagus harus beli langsung dari toko bibit. Harga  bibit satu kantong bervariasi antara Rp35.000 sampai Rp50.000,” ujar Rino.

Biasanya, dirinya menanam sayuran bersama jenis sayuran lain di petakan kecil sebagai tanaman penyelang. Untuk menghasilkan produksi blewah yang bagus, bibit harus direndam terlebih dulu satu malam sebelum ditanam, kemudian dijemur dua jam.

“Untuk risiko awal tanam blewah ini, jika kurang telaten maka bibit yang langsung ditanam dimakan semut. Tapi jika disemai dulu hasilnya lebih bagus, tapi memerlukan waktu dan tenaga lebih untuk memindahkan bibit ke lahan,” papar Rino.

Namun, jika perawatan bagus untuk satu hektare lahan yang ditanami blewah, biasanya menghasilkan hingga mencapai 10 ton. Tapi, imbuhnya, harganya hanya tinggi saat awal panen, selanjutnya merosot.

“Kami sudah biasa, dan sudah bisa memperkirakan harga di tingkat pengepul. Memang, panen awal puasa harga lebih tinggi, seterusnya menurun. Apalagi saat memasuki pertengahan puasa, mungkin karena sudah banyak yang ga puasa lagi, kalau sudah pertengahan,” ujarnya, bercanda.

Lihat juga...