Petani Kulon Progo Keluhkan Pemanfaatan Kartu Tani untuk Beli Pupuk

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sejumlah petani di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, mengeluhkan pemanfaatan Kartu Tani sebagai syarat pembelian pupuk bersubsidi yang diterapkan pemerintah pusat sejak beberapa waktu terakhir. 

Para petani menilai, di satu sisi, penggunaan Kartu Tani tersebut memang memiliki tujuan positif yakni memastikan distribusi pupuk berharga murah itu tepat sasaran. Yakni diperuntukkan bagi para petani.

Meski begitu, para petani juga menilai, adanya syarat tertentu yang harus dipenuhi, menjadikan proses pemanfaatan pupuk bersubsidi saat ini menjadi lebih rumit dan ribet dibandingkan proses sebelumnya.

“Sekarang untuk bisa memanfaatkan pupuk bersubsidi petani wajib memiliki kartu tani. Kalau tidak punya kartu tani tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi,” ujar salah seorang petani, Jemadi, asal Dusun Demen, Desa Wijimulyo, Kec. Nanggulan, Kulon Progo, Senin (8/2/2021).

Keribetan proses pemanfaatan pupuk bersubsidi yang dimaksud adalah mekanisme proses pembayaran yang harus dilakukan lewat transaksi elektronik. Dimana setiap petani diwajibkan memiliki tabungan di bank terlebih dahulu.

“Jadi pembayarannya harus pakai kartu tani. Dengan cara digesek. Namun kita harus menabung uang di bank terlebih dahulu. Kalau tidak punya tabungan, ya tidak bisa membeli. Ini kan ribet,” katanya.

Jemadi menilai para petani selama ini tidak terbiasa menabung di bank lantaran biasa menyimpan uang lewat investasi di sektor peternakan. Yakni dengan cara membeli ternak baik itu sapi atau kambing untuk dipelihara, setiap kali mendapat uang dari hasil panen.

“Saya berharap agar proses nya bisa dipermudah. Misalnya diberikan peluang untuk bisa membayar dengan cara setor langsung ke kios pupuk. Jadi tidak perlu menabung terlebih dahulu,” pungkasnya.

Lihat juga...