Petani Pisang di Lamsel Keluhkan Harga Jual Rendah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah petani pisang di Lampung Selatan (Lamsel) mengeluhkan harga pisang yang rendah sejak sebulan terakhir. Faktor cuaca berimbas banjir pada sejumlah lokasi menyebabkan distribusi terhambat.

Samsul Maarif, petani dan pelaku usaha jual beli pisang di Desa Kelawi, Bakauheni menyebut pasar lokal jadi tempatnya menjual komoditas.

Pemilik kebun dan pelaku usaha jual beli pisang, Samsul Maarif di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menyortir buah yang akan dikirim ke pasar, Senin (22/2/2021) – Foto: Henk Widi

Sebelumnya Samsul Maarif bilang pisang dijual ke wilayah Banten, Jakarta dan Bandung. Namun semenjak banjir melanda sejumlah wilayah distribusi mengalami hambatan.

Sejumlah pasar yang tidak beroperasi imbas banjir mengakibatkan stok pisang melimpah. Hasil panen pisang yang memasuki proses pematangan menurutnya sebagian membusuk.

Jenis pisang yang ditanam oleh Samsul Maarif dan beberapa petani berupa pisang buah segar dan rebusan.

Jenis pisang buah segar di antaranya muli, ambon, raja. Jenis pisang rebusan meliputi tanduk, kepok, raja nangka, janten yang juga kerap diolah menjadi kuliner. Berbagai jenis pisang yang dipanen setiap dua pekan sebutnya cukup melimpah.

“Kendala yang dihadapi petani hasil panen melimpah namun distribusi, permintaan terhambat oleh faktor pandemi Covid-19, banjir berimbas pada kerusakan buah pisang hasil panen pada lapak di pasar Jakarta, Banten, stok ada namun tidak terjual,” terang Samsul Maarif saat ditemui Cendana News, Senin (22/2/2021).

Samsul Maarif bilang komoditas pisang kerap jadi bahan baku kuliner. Namun sejumlah pelanggan yang dipasok pada pasar luar daerah memilih tunda pengiriman.

Sebab pedagang gorengan, pedagang pasar sementara mengurangi jumlah stok. Banjir pada sejumlah wilayah di Jakarta sebutnya ikut berdampak pada permintaan pisang.

Lukman, pelaku usaha jual beli pisang menyebut hasil pertanian tersebut alami penurunan harga. Normalnya harga pisang per kilogram bisa mencapai Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram.

Pelaku usaha jual beli pisang, Lukman di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan memilih mengirim pisang ke pasar lokal, Senin (22/2/2021) – Foto: Henk Widi

Namun dampak permintaan berkurang dengan stok melimpah harga turun menjadi Rp2.000 bahkan Rp1.000 per kilogram.

Memperhitungkan ongkos distribusi yang tinggi ia memilih menjual ke pasar lokal.

“Setelah dilakukan perhitungan jika pisang dikirim ke Banten dan Jakarta ongkos tinggi, harga pisang turun lebih baik ke pasar lokal Lampung,” cetusnya.

Pisang menurutnya dikirim ke pasar di Bandar Lampung dan sejumlah kota di Lampung. Sebagian pisang bahan kuliner dikirim ke pembuat keripik, sale serta produk olahan pisang.

Anjloknya harga pisang berimbas sebagian petani mengurangi jumlah tanaman. Beberapa petani memilih mengganti tanaman dengan komoditas jagung dan sayuran. Sebab komoditas pertanian lain memiliki harga lebih tinggi daripada pisang.

Sumino, warga Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan menyebut komoditas pisang semula cukup menjanjikan.

Jenis pisang tertentu memiliki harga jual yang lumayan. Jenis pisang kepok, tanduk dan raja nangka bisa dijual seharga Rp35.000 hingga Rp40.000 per tandan. Pisang janten, muli, ambon bisa dijual seharga mulai Rp15.000 hingga Rp20.000 per tandan.

Namun anjloknya harga membuat petani menjual dengan sistem timbangan. Penjualan dengan sistem timbangan dilakukan untuk meningkatkan hasil.

Namun semenjak pandemi Covid-19 berimbas permintaan pisang menurun, cuaca hujan berdampak banjir ikut menurunkan harga pisang. Kondisi tersebut berimbas kerugian bagi petani penanam pisang.

“Sebagian tanaman pisang ditebang agar bisa diganti dengan tanaman lain yang lebih produktif,” bebernya.

Meminimalisir kerugian imbas hasil panen pisang sulit dipasarkan ke luar daerah, petani memilih menjual dalam kondisi matang.

Suriah, petani di Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan bilang menjual pisang matang untuk warga. Permintaan berasal dari pemilik warung gorengan, pehobi burung kicau. Meski dijual mulai Rp5.000 per sisir ia menyebut tetap mendapat keuntungan.

Lihat juga...