Peternak Ayam Petelur di Sleman, Rugi Jutaan Rupiah per Hari

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sejumlah peternak ayam di Yogyakarta mengaku terpukul dengan anjloknya harga jual telur ayam yang terjadi beberapa waktu terakhir. Hal itu disebabkan biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual telur ayam yang mencapai Rp17.600 per kilogramnya. 

Salah seorang peternak ayam petelur di dusun Manggong, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Amino Fajar Nugroho, menyebut harg jual telur ayam saat ini lebih rendah dari HPP. Harga jual telur ayam Rp17.600 per kilogram, sementara HPP saat ini Rp19.500 per kilogram.

Peternak ayam petelur di dusun Manggong, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Amino Fajar Nugroho, saat ditemui Senin (1/2/2021). –Foto: Jatmika H Kusmargana

“Karena harga jual di bawah HPP, jelas peternak merugi. Seperti saya sendiri setiap harinya merugi sekitar Rp1juta per hari,” katanya, Senin (1/2/2021).

Amino menyebut, penurunan HPP telur ayam ini terjadi sejak Desember 2020. Disebabkan meningkatnya harga pakan ayam petelur mencapai Rp900 per kilogram. Yakni, dari semula Rp5.200 menjadi Rp6.100 per kilogram.

“Normalnya harga jual telur ayam di atas Rp20.000 per kilogramnya. Seperti akhir tahun lalu yang masih berkisar Rp21.000-22.000 per kilogram. Jika harga jual berkisar antara itu, peternak masih untung,” ungkapnya.

Amino yang mengelola HRA Farm sendiri memelihara kurang lebih 10.000 ekor ayam petelur, dengan produksi mencapai 550 kilogram telur per hari. Sementara ia harus mencukupi kebutuhan pakan 1,5 ton per hari. Harga pakan sendiri saat ini Rp6.100 per kilogram.

Atau dengan kata lain, Amino harus mengeluarkan biaya pakan mencapai Rp9.150.000 per hari. Meningkat dari sebelumnya yang hanya Rp7.800.000 per hari, akibat kenaikan harga pakan sejak Desember kemarin.

Lihat juga...