PGRI Badung Optimalkan Pelatihan Pembelajaran Daring

BADUNG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Badung, Bali melakukan pelatihan pemanfaatan akun pembelajaran belajar.id sebagai salah satu strategi pengelolaan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi COVID-19 kepada ribuan guru secara daring.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola atau strategi pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19,” ujar Ketua PGRI Badung, I Wayan Tur Adnyana di Mangupura, Kamis.

Ia mengatakan peserta yang mendaftarkan diri dalam kegiatan itu 2.804 orang terdiri atas 2.004 orang dari Badung dan 800 lainnya dari dari luar Badung dan bahkan ada yang dari luar Provinsi Bali.

Pihaknya melakukan pelatihan tersebut secara daring dengan menggunakan pola tatap maya (synchronous) dan menggunakan Google Classroom (ansynchronous) pada 23-26 Februari dengan durasi 3,5 jam.

“Peserta kami bagi dengan kapasitas 500 orang yang mengikuti melalui aplikasi Zoom dan yang lainnya mengikuti pelatihan melalui kanal Youtube PGRI Badung. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi,” kata Wayan Tur Adnyana.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Made Mandi, mengatakan pelatihan tersebut penting dilakukan karena saat ini sesuai dengan imbauan di tengah pandemi, bahwa pembelajaran masih dilaksanakan dari rumah secara daring.

Pihaknya juga berterima kasih kepada PGRI Badung yang sudah terus berupaya meningkatkan kompetensi guru, salah satunya dengan melatih strategi pembelajaran secara daring, memanfaatkan akun pembelajaran belajar.id.

“Harapan kami, akun pembelajaran yang diberikan oleh kementerian ini nantinya dapat dimanfaatkan dan kami juga berharap teman-teman guru dapat terus semangat di masa pandemi demi generasi ke depan,” ungkap dia.

Pemkab Badung juga telah menyediakan berbagai fasilitas yang dapat mendukung proses pembelajaran jarak jauh, seperti sarana prasarana berupa laptop dan jaringan internet gratis.

“Ini harus dimanfaatkan dan digunakan dengan baik. Apabila semuanya bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan baik, maka proses pembelajaran juga dapat semakin baik,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...