PGRI Flotim Kerja Keras Bentuk Cabang di 17 Kecamatan

Editor: Koko Triarko 

LARANTUKA – Setelah melaksanakan pembentukan pengurus cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Wotan Ulumado dan Lewolema, pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, saat ini masih harus bekerja keras untuk membentuk cabang lainnya di 17 kecamatan.

“Kami harus bekerja ekstra keras, sebab baru dua pengurus cabang yang sudah terbentuk,” kata Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian, saat dihubungi Cendana News, Kamis (11/2/2021).

Maksi, sapaannya, mengatakan dua cabang yang sudah terbentuk yakni Cabang Wotan Ulumado pada 21 Januari 2021 dan Cabang Lewolema yang melaksanakan konferensi cabang pada 4 Februari 2021.

Ditambahkannya, kecamatan yang akan menyusul, yakni Witihama pada 13 Februari, Ile Bura 19 Februari, Tanah Boleng, 24 Februari, Larantuka 25 Februari dan Adonara Tengah tanggal 27 Februari 2021.

“Konferensi cabang adalah salah satu agenda organisasi yang penting dan strategis dalam menjalankan roda organisasi. Olehnya, kegiatan konferensi cabang menjadi agenda program yang utama untuk dilaksanakan,” ungkapnya.

Maksi menambahkan, forum konferensi cabang menjadi forum tertinggi dalam organisasi dan terlaksana lima tahun sekali, kecuali pada kondisi khusus berdasarkan hasil keputusan kongres dan diatur dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil keputusan kongres di Jakarta Tahun 2019 dan penyesuaian AD dan ART, seluruh tingkatan kepengurusan diseragamkan mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, cabang hingga ke ranting.

“Pengurus pusat dan provinsi telah terbentuk pada 2019, pengurus kabupaten 2020 dan pengurus cabang dan ranting di 2021. Ini menjadi keputusan organisasi pada tingkat di atas dan menjadi pedoman untuk dilakukan pada tingkat di bawahnya,” ucapnya.

Camat Lewolema, Bernardus S. Tukan, saat keonferensi cabang mengatakan organisasi PGRI adalah organisasi yang besar dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan.

Bernadus menyebutkan, butuh perjuangan bersama, persatuan dalam upaya perjuangan meningkatkan profesionalisme dan kesehjateraan.

“Jadikan PGRI sebagai rumah bersama para guru dalam memperjuangkan nasib guru. Jika ingin menyampaikan aspirasi, gunakanlah saluran yang tepat dan dipastikan memberi solusi untuk kebaikan bersama,” pesannya.

Lihat juga...