PGRI Flotim Mulai Berbenah Setelah Vakum Lama

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGR) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, bukan hanya vakum di tingkat kabupaten, namun juga vakum di 19 kecamatan lainnya. Untuk itu, setelah kepengurusan tingkat kabupaten terpilih dan terisi semua, PGRI Flores Timur pun mulai melakukan pembenahan dengan menggelar Forum Konferensi Cabang untuk memilih kepengurusan di tingkat cabang.

“Konferensi cabang menjadi agenda pertama dalam membangun konsolidasi secara internal,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian, saat dihubungi Cendana News, Kamis (4/2/2021).

Maksi, sapaannya, mengatakan setelah semua kepengurusan cabang dan ranting terbentuk secara seragam, maka sinergi, kolaborasi program pada setiap tingkatan akan terlaksana dengan baik.

Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, NTT, Maksimus Masan Kian, saat ditemui di Kota Larantuka, Kamis (21/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia menyampaikan, PGRI merupakan wadah di mana para guru bisa meningkatkan kesehjateraan, memperjuangan nasib profesi serta memberi ruang belajar dalam meningkatkan profesionalisme.

“Saya mengajak anggota PGRI untuk berbuat karya dan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi guru anggota PGRI. PGRI Kabupaten Flores Timur siap melayani dan berkorban untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Maksi menyebutkan, pihaknya sudah melakukan beberapa hal strategis mulai dari penataan dan penentuan sekretariat sementara PGRI, penertiban iuran anggota, pelaksanaan rapat kerja serta melakukan advokasi terkait beberapa hal yang melanda guru.

Selain itu, tambahnya, kepengurusan kabupaten juga melakukan pendataan anggota PGRI se-Kabupaten Flores Timur untuk pembuatan kartu anggota PGRI yang baru, di mana secara nasional ada perubahan pada Nomor Pokok Anggota (NPA).

“Saya telah meminta pengurus cabang agar mampu menghasilkan program yang kreatif. Kita tidak bisa hanya ramai satu kali dalam setahun pada saat Hari Ulang Tahun PGRI, tetapi mesti dihidupkan kegiatan sesuai program yang ditetapkan,” tegasnya.

Camat Wotan Ulumado, Silvester Kopong, saat konferensi cabang PGRI Wotan Ulumado, menyebutkan organisasi terkadang gemuk di pengurus, tetapi minim dalam pelaksanaan program.

Menurut Silvester, kondisi ini adalah penghambat sehingga tidak harus banyak, sebab biar sedikit orang, tetapi merupakan pengurus yang mau bekerja, berkorban dan mau melayani.

“Tetapkan program, sasaran, tujuan dan dampaknya secara baik, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah iuran anggota, sebab iuran adalah darah organisasi,” harapnya.

Silvester juga menekankan, agar anggota mesti disiplin dalam memenuhi kewajibannya, sehingga tepat saat menuntut haknya. Sebab, jangan hanya menuntun hak, tetapi tidak menjalankan kewajiban.

Dia pun meminta agar dalam menjalankan berbagai kegiatan di masa pandemi Corona ini, PGRI tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Lihat juga...