Pindang Gunung, Kuliner Rumahan Khas Ciamis Bercita Rasa Gurih dan Pedas

editor: Mahadeva

Pindang gunung khas Ciamis masakan Djuwarsih untuk disajikan pada keluarganya di rumahnya di Jalan Mandala, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (27/2/2021). foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA – Ikan emas, menjadi salah satu yang sering dipilih  masyarakat sebagai bahan kuliner. Salah satu yang sering dimasak adalah menu pindang gunung, yang memanfaatkan tekstur daging ikan yang lembut dan bercita rasa gurih dan pedas.

Pindang gunung, adalah kuliner khas Ciamis, Jawa Barat, yang menjadi menu rumahan pilihan Djuwarsih, warga Jalan Mandala, Jakarta Timur. Juju, demikian panggilannya, memasak pindang gunung untuk jamuan makan keluarga di masa pandemi COVID-19.

“Saya masak pindang gunung dengan ramuan rempah-rempah, rasanya khas gurih dan pedas untuk dinikmati keluarga,” ujar Juju, saat ditemui Cendana News di rumahnya, Jalan Mandala, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (27/2/2021).

Djuwarsih memegang pindang gunung khas Ciamis yang dimasak di rumahnya di Jalan Mandala, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (27/2/2021). foto: Sri Sugiarti.

Selain untuk disajikan pada keluarga, Juju pun mengaku masak pindang gunung ini karena kangen ingin pulang kampung untuk bertemu keluarga almarhum suaminya, di Ciamis. Situasi wabah membuatnya tidak mungkin mudik ke Ciamis Bersama keluarga untuk sekedar melepas kangen dengan keluarga.  “Kangen kampung, bertemu saudara dan ingin menyantap pindang gunung di sana. Tapi kondisi tidak memungkinkan untuk mudik,” ujar ibu empat anak tersebut.

Pindang gunung, merupakan masakan sejenis sop ikan dengan rasa asam, pedas dan gurih.  Ikan yang dimasak adalah, ikan kakap, tongkol dan ikan emas. Juju, memilih ikan emas, untuk bahan dasar memasak pindang gunung khas Ciamis.

Cara memasak, terlebih dulu ikan emas dibersihkan, di cuci. Setelahnya ikan di simpan di dalam mangkok dengan diberi perasan air jeruk nipis dan di diamkan 15 menit.

Untuk bumbunya, menggunakan rempah-rempah seperti bawang merah dan bawang putih, yang diiris tipis. Jahe, kunyit, lengkuas dan sereh, yang digeprek. Siapkan juga daun salam, honje atau daun kedongdong, daun jeruk dan cabai rawit merah. “Karena honja di Jakarta agak sulit didapat, maka bisa diganti daun bawang atau daun kemangi. Rasanya tetap enak kok,” jelasnya.

Cara memasak pindang gunung sangat mudah. Tumis semua bumbu rempah tersebut hingga mengeluarkan wangi, lalu masukkan air, dan masak hingga mendidih. Kemudian masukkan ikan emas ke dalam kuah air berbumbu rempah, masak sampai matang dalam waktu kurang lebih 10 menit.  “Nah, ditengah proses pematangan pindang gunung itu, masukkan cabai rawit, daun kemangi atau bisa juga irisan daun bawang. Lalu aduk merata, hingga semuanya menyerap, baru diangkat dan sajikan dalam piring atau mangkok,” ujar wanita kelahiran Jakarta 52 tahun lalu tersebut.

Saat disantap, tekstur pindang gunung ikan emas ini terasa lembut. Begitu juga dengan kuah pindang gunung ini sangat segar. “Tekstur ikannya lembut, rasa kuahnya manis dan pedes sangat nendang di lindah saat disantap dengan nasi putih. Bisa dicoba memasaknya untuk menu keluarga di rumah,” pungkas nenek 3 cucu ini.

Lihat juga...