Pinjaman Modal Kita, Bantu Perekonomian Keluarga Sukarsih

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Sejak didirikan tahun 1996 oleh Presiden Kedua RI, HM. Soeharto, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI) hingga saat ini terus berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat sekaligus memajukan perekonomian warga yang tidak mampu.

Melalui Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), Yayasan Damandiri telah meluncurkan berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah ‘Modal Kita’ yang menjadi program andalan Damandiri dalam mendorong masyarakat untuk memulai usaha maupun mengembangkan usahanya.

Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri, sebagai kepanjangan tangan Yayasan Damandiri di DCML Kedungkandang kota Malang, hingga saat ini telah memberikan pinjaman modal usaha kepada lebih dari seribu anggotanya. Salah satunya Sukarsih (41), anggota koperasi yang telah merasakan langsung manfaat dari program Modal Kita.

Diceritakan Sukarsih, selama tiga tahun menjadi anggota KUD Suluh Sejahtera Mandiri, dirinya telah mengajukan tiga kali pinjaman guna mengembangkan usahanya, senilai 2 juta, 4 juta dan 5 juta rupiah.

“Pinjaman pertama digunakan untuk modal usaha. Sebelumnya hanya usaha jualan gorengan saja di depan rumah menggunakan meja. Kemudian dengan adanya pinjaman 2 juta dari koperasi, akhirnya mulai merambah jualan es dan makanan ringan,” ucapnya kepada Cendana News di rumahnya, Jumat (26/2/2021).

Sukarsih saat ditemui Cendana News di toko miliknya, Jumat (26/2/2021). Foto: Agus Nurchaliq

Selanjutnya yang pinjaman kedua, dikatakan Sukarsih digunakan untuk membongkar kamar untuk dijadikan toko. Kemudian yang pinjaman 5 juta digunakan sebagai modal usaha untuk menambah barang dagangan di antaranya sembako, makanan ringan, es, gorengan.

“Omzetnya saat ini sehari bisa mencapai 300-400 ribu,” akunya.

Lebih lanjut menurut Sukarsih, dirinya selama ini tidak pernah mengajukan pinjaman ke bank atau yang lainnya. Ia hanya mengajukan pinjaman ke koperasi Suluh Sejahtera Mandiri dan di PKK.

“Tertarik mengajukan pinjaman ke KUD Suluh Sejahtera Mandiri ini karena tidak perlu ada jaminan. Angsurannya juga ringan,” tuturnya.
Menurutnya, selama ini pinjaman modal yang diberikan Yayasan Damandiri melalui KUD Suluh Sejahtera Mandiri sangat bermanfaat karena bisa membantu perekonomian keluarganya. Apalagi disampaikan Sukarsih, akibat pandemi, suaminya saat ini sudah keluar dari pekerjaannya sebagai supir di salah satu dealer kendaraan.

“Dulu suami bekerja sebagai supir di salah satu dealer, tapi semenjak pandemi akhirnya suami berhenti bekerja dan memutuskan untuk membuka usaha cuci motor di rumah. Jadi sementara ini pendapatan keluarga mengandalkan dari hasil toko,” ungkapnya.

Alhamdulillah, selama pandemi ini pendapatan dari toko tetap stabil, imbuh Ibu rumah tangga dengan dua orang anak ini.

Sementara itu disampaikan Sukarsih, selama tiga kali mengajukan pinjaman, ia mengaku tidak pernah mengalami kesulitan dalam membayar angsuran. Karena ia selalu menyisihkan uang hasil dari usahanya untuk membayar angsuran.

“Bisa lancar membayar angsuran karena saya memiliki prinsip kalau berhutang harus bisa membayar. Jadi harus bisa mengumpulkan sedikit demi sedikit untuk membayar pinjaman,” tuturnya. Untuk pinjaman ketiga senilai 5 juta ini, cicilannya 125 ribu per minggu selama satu tahun.

“Saya memilih bayar mingguan bukan bulanan agar tidak terlalu berat bayar angsurannya,” pungkasnya.

Lihat juga...