PJJ di Palu Dinilai tak Efektif

PALU – Metode pembelajaran jarak jauh via daring yang diterapkan semasa pandemi Covid-19 menurut hasil evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Sulawesi Tengah, kurang efektif.

“Sebagian besar target kompetensi-kompetensi dasar yang mesti dicapai oleh peserta didik saat mengikuti pembelajaran daring tidak tercapai,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, Minggu (28/2/2021).

Faktor yang menyebabkan pembelajaran jarak jauh kurang efektif, menurut dia, antara lain kemampuan tenaga pendidik yang belum semuanya memadai dalam melaksanakan pembelajaran dari jarak jauh.

“Dan, kompetensi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran secara daring juga tidak memadai. Banyak peserta didik yang malas mengikuti belajar daring karena bosan,” katanya.

Ansyar juga khawatir, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh via daring dalam jangka panjang bisa mempengaruhi kondisi psikologis peserta didik.

Sebab itu, ia berharap pemerintah bisa mengizinkan kembali pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Juni di tingkat pendidikan anak usia dini, hingga sekolah menengah pertama.

“Para peserta didik ini ingin sekali belajar tatap muka, berkumpul dengan teman-teman. Sebab itu, saat ini kami terus melakukan persiapan, utamanya di seluruh sekolah, jika bulan Juni nanti pembelajaran tatap muka mulai dilakukan secara bertahap di Palu,” katanya.

“Kebijakan pembelajaran tatap muka ada di tangan Wali Kota Palu,” ia menambahkan.

Ansyar menjelaskan, saat ini pembelajaran dilakukan dengan tiga metode di Kota Palu, yakni daring, luring, dan pemberian modul pembelajaran ke peserta didik. (Ant)

Lihat juga...