PKOR Sumpah Pemuda Tetap Jadi Lokasi Favorit Rekreasi Malam Hari

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Pandemi Covid-19 tidak menghalangi masyarakat kota Bandar Lampung mencari tempat rekreasi. Pusat kegiatan olahraga atau PKOR Sumpah Pemuda, Way Halim di Jalan Sultan Agung jadi salah satu lokasi favorit menikmati suasana malam hari. Meski muncul surat edaran pembatasan jam operasional, kegiatan usaha penyedia jasa permainan anak tetap beroperasi.

Joniansah, penyedia wahana kereta mini menyebut ia mulai beroperasi sejak sore. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan pengguna jasa didominasi anak anak. Operasional sejak sore sebutnya dilakukan agar ia bisa menyesuaikan waktu. Sebab sesuai Perda Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Cegah Covid-19 operasional hanya dibatasi hingga jam 22.00 WIB.

“Minat masyarakat untuk melakukan kegiatan rekreasi saat malam hari karena sebagian warga sibuk pada siang hari, namun kendalanya saat ini pelaku usaha kegiatan rekreasi terkendala pembatasan jam operasional, namun tetap kami patuhi mencegah penyebaran Covid-19,” terang Joniansah saat ditemui Cendana News, Minggu malam (14/2/2021).

Joniansah bilang meski ada pembatasan, ia masih tetap bisa menyediakan jasa berkeliling memakai kereta mini. Mematok tarif mulai Rp15.000 untuk satu anak berkeliling bersama orangtua ia masih bisa mendapat sebanyak puluhan orang permalam. Pada saat pandemi Covid-19 mendapat pelanggan lebih dari belasan orang. Operasional sebelumnya bisa mencapai jam 24.00 WIB bersama pelaku usaha lain.

Pemilik jasa delman hias, Suhadi, menyebut ia masih tetap beroperasi di PKOR Sumpah Pemuda. Penerapan protokol kesehatan saat menyediakan jasa berkeliling dengan naik delman yang bertenaga kuda tetap dilakukan. Sekali berkeliling di area olahraga tersebut ia mematok tarif mulai Rp15.000. Meski jumlah pengunjung berkurang ia menyebut tetap menyediakan jasa delman bersama sejumlah rekannya.

“Penyedia delman hias mencapai puluhan orang di area PKOR Sumpah Pemuda namun hasilnya berkurang ditambah imbas pengurangan jam operasional,” cetusnya.

Pedagang buah jeruk, duku, salak, Sodikin di Jalan Sultan Agung, Way Halim,Bandar Lampung yang beroperasi di dekat tempat rekreasi PKOR Sumpah Pemuda, Minggu malam (13/2/2021). Foto: Henk Widi

Kegiatan naik delman yang ditarik dengan kuda sebut Suhadi jadi daya tarik terutama bagi anak anak. Sebab delman dengan roda dua tersebut dihias menggunakan lampu warna warni menarik. Sensasi naik delman sebutnya kerap diiringi dengan musik anak anak sembari berkeliling di sekitar PKOR saat malam hari. Suhadi menyebut tetap selalu membawa hand sanitizer setelah melayani penumpang.

Lusia, salah satu ibu yang membawa anaknya menyebut penataan PKOR Sumpah Pemuda sejak setahun terakhir membuat pengunjung nyaman. Sejumlah pedagang yang sebelumnya menjual makanan, minuman telah ditempatkan pada area khusus. Langkah tersebut memberi kesempatan bagi pengunjung bisa menikmati kegiatan rekreasi malam hari.

“Area parkir juga telah ditata sehingga area untuk bermain lebih luas meski saat ini kegiatan harus dibatasi,” cetusnya.

Sodikin, pedagang buah di dekat PKOR Sumpah Pemuda, Way Halim menyebut tetap menjalankan usahanya. Warga yang tetap beraktivitas rekreasi malam hari membuat ia bisa menjual berbagai jenis buah segar.

Imbas pembatasan ia mulai mengatur waktu berjualan di tepi jalan hingga pukul 22.00 WIB. Sebab lewat dari jam yang ditentukan akan ada sanksi dari gugus tugas pencegahan Covid-19.

Lihat juga...