PPKM Mikro Kota Malang tak Berdampak pada Sektor Ekonomi

MALANG — Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, tidak memberikan dampak penurunan sektor ekonomi di wilayah itu.

Sutiaji mengatakan, dengan tidak ada dampak terhadap sektor ekonomi di Kota Malang tersebut, pelaksanaan PPKM Mikro bisa dilakukan secara terus menerus dalam upaya menekan angka penyebaran virus corona.

“PPKM itu, sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan ekonomi, jadi bisa digerakkan terus-menerus. PPKM hanya pembatasan tertentu saja,” kata Sutiaji, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (17/2/2021).

Sutiaji menjelaskan, sektor perekonomian di Kota Malang, dengan adanya penerapan PPKM Mikro kali ini, masih mampu bertahan dan berjalan. Perputaran ekonomi tersebut, tetap sejalan dengan penerapan protokol kesehatan, karena mobilitas warga tetap dipantau di tingkat RT.

Menurut Sutiaji, penerapan PPKM Mikro di wilayah Kota Malang, mampu menurunkan angka penularan, dan menekan tingkat kematian akibat virus Corona. Selain itu, tingkat kesembuhan warga Kota Malang yang terkonfirmasi positif COVID-19 juga meningkat.

“Pengurangan angka penularan, yang kedua, kematian juga turun, dan ketiga, tingkat kesembuhan tinggi. Sebenarnya kesadaran masyarakat juga mengalami perkembangan lebih baik,” kata Sutiaji.

Sebagai informasi, pada penerapan PPKM Mikro di Kota Malang mulai 9-22 Februari 2021, untuk perkantoran menerapkan skema Work From Office (WFO) dengan kapasitas maksimal 50 persen, kemudian, sektor esensial diperbolehkan untuk beroperasi 100 persen.

Selain itu, jam operasional restoran, dan café di Kota Malang boleh beroperasi mulai 07.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Sementara untuk pedagang kaki lima, diperbolehkan beroperasi mulai pukul 04.00-24.00 WIB.

Jam operasional pusat perbelanjaan dibatasi hingga pukul 21.00 WIB, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sementara untuk kegiatan di tempat-tempat ibadah, jumlah jemaah dibatasi maksimal 50 persen dari total kapasitas yang tersedia.

“Tidak mengganggu ekonomi, justru ekonomi tetap berjalan, karena mobilitas orang bisa dipantau dari tingkat RT,” ujar Sutiaji.

Di Kota Malang, hingga saat ini tercatat secara keseluruhan ada sebanyak 5.930 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 5.235 orang dilaporkan telah sembuh, 522 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan. (Ant)

Lihat juga...