Pusat Jajanan Medan Night Market Ditutup Satgas COVID-19

Pemkot Medan melalui Satpol PP menutup sementara pusat jajanan Medan Night Market di Medan, Sumatera Utara Sabtu (13/2/2021) tengah malam – Foto Ant

MEDAN – Petugas gabungan Satgas COVID-19, menutup sementara pusat jajanan, Medan Night Market yang ada di Jalan Haji Adam Malik Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Penutupan dilakukan, karena beroperasi lewat jam batas yang sudah ditentukan.

“Satgas COVID-19 memberi sanksi kepada pihak manajemen Medan Night Market, yakni tidak boleh beroperasi selama 14 hari,” kata Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdhal Junaidi, Minggu (14/2/2021).

Petugas gabungan, tiba di Medan Night Market untuk melaksanakan penertiban kerumunan pada Sabtu (13/2/2021) tengah malam. Kemudian petugas gabungan mendapati di lokasi tersebut masih beroperasi hingga lewat jam batas yang telah ditentukan. Dan diduga aktivitasnya melanggar protokol kesehatan COVID-19. “Selanjutnya Satpol PP Kota Medan, Satgas COVID-19, dan Dinas Pariwisata Kota Medan, mengambil langkah tegas dengan melakukan penyegelen Medan Night Market,” katanya.

Medan Night Market, melanggar Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor: 440/0674, tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam rangka pengendalian Penyebaran COVID-19 di Kota Medan.

Tim Monitoring Satuan tugas COVID-19 Sumatera Utara, hingga Minggu (14/2/2021) malam, masih terus menggelar razia protokol kesehatan di sejumlah tempat wisata dan hiburan. Hal itu mempertimbangkan jumlah kasus terkonfirmasi masih terus bertambah di daerah itu.

“Razia merupakan langkah antisipasi, menekan potensi kerumunan di masa libur Imlek dan akhir pekan, ” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Irman Oemar, Minggu (14/2/2021).

Hasil razia Tim Satgas COVID-19 Sumut, bersama satgas di kabupaten dan kota setempat yang melibatkan unsur tokoh masyarakat dan agama, sejumlah warga atau pengunjung mendapatkan peringatan, karena tidak menjalankan disiplin protokol kesehatan.

Sanksi yang diberikan kepada pengunjung berupa teguran lisan dan lainnya, seperti push up dan menyanyikan lagu wajib di depan umum. “Jumlah pasien yang terkonfirmasi COVID-19 di Sumut masih terus bertambah, sehingga perlu dukungan semua pihak untuk menekan penularan virus itu, ” katanya.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyebut, jumlah kasus terkonfirmasi dan meninggal terus bertambah. Hingga 14 Februari 2021, kasus pasien terkonfirmasi bertambah 126 sehingga totalnya 22.865 orang, sedangkan kasus meninggal bertambah empat sehingga totalnya menjadi 781 orang. (Ant)

Lihat juga...