Putus Mata Rantai Corona, Pra-Paskah Digelar Virtual

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Peranan gereja dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sangat penting.

Mgr. Yohanes Harun Yuwono, uskup Keuskupan Tanjungkarang menyebut, masuk masa Pra-Paskah diberlakukan ketentuan khusus.

Gereja sebutnya mengeluarkan booklet Petunjuk Praktis Tatanan Normal Baru Pelayanan Gereja di Keuskupan Tanjungkarang: Berdamai dengan Covid-19-Pelayanan Sakramental dan Administratif.

Uskup Yohanes Harun Yuwono menyebut, perayaan virtual siap digelar dengan adanya ketentuan Rabu Abu, Masa Puasa dan Pekan Suci 2021.

Gereja menyadari bahwa pandemi Covid-19 sebagai persoalan kesehatan belum mereda. Umat Kristiani terpanggil terus mengusahakan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. Bersama pemerintah, relawan, gereja ikut berjuang dalam menekan meningkatnya angka Covid-19 di Lampung.

Ibadah penerimaan Rabu Abu yang digelar pada Rabu (17/2/2021) dilakukan virtual. Namun bagi umat yang mengikuti perayaan sesuai protokol kesehatan, terjadwal,

Konggregasi Ibadat Ilahi mengeluarkan ketentuan. Imam yang memimpin ibadah meraciki abu dengan air suci tanpa kata-kata. Sebelum membagikan abu imam harus mencuci tangan, memakai masker dan face shield.

“Imam tidak menyentuh atau kontak langsung dengan umat melainkan membagikan abu dengan menaburkan abu di atas kepala umat, bagi umat yang mengikuti perayaan virtual, kepala keluarga membakar abu palma tahun lalu. Kemudian membagikan pada anggota keluarga,” terang Mgr Yohanes Harun Yuwono yang disampaikan secara virtual, Jumat (12/2/2021).

Selain ketentuan Rabu Abu, uskup Tanjung Karang itu juga menyebut faktor kesehatan harus diprioritaskan.

Kendati pun Covid-19 belum mereda, umat yang sehat harus tetap melakukan olah kesalehan. Olah kesalehan tersebut tetap bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Ketentuan olah kesalehan dalam bentuk puasa gereja diatur demi kesehatan umat.

Dalam aturan gereja, Mgr Yohanes Harun Yuwono menegaskan, puasa dalam arti yuridis bermakna makan kenyang hanya sekali dalam sehari.

Sementara pantang berarti tidak mengonsumsi makanan, minuman atau kesenangan tertentu. Gereja Katolik menetapkan setiap hari Jumat sepanjang tahun sebagai hari pantang. Saat masa Prapaskah hari puasa pantang pada Rabu Abu dan Jumat Agung.

“Mempertimbangkan kesehatan orang Katolik wajib berpuasa yang sehat, berumur antara 18 hingga 60 tahun,” cetusnya.

Selama masa Prapaskah masing-masing keluarga sedapat mungkin melakukan pendalaman iman bersama. Sejumlah pertemuan yang dilakukan langsung diganti virtual.

Umat hendaklah tetap terlibat dalam pengumpulan dana aksi puasa pembangunan (APP) sebagai wujud solidaritas.

APP akan digunakan untuk kegiatan membantu warga kurang mampu, proyek sosial kemanusiaan termasuk memutus mata rantai Covid-19.

“Perayaan Pekan Suci sejak Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung hingga Minggu Paskah digelar virtual dan bagi imam, biarawan dilakukan menerapkan protokol kesehatan,” cetusnya.

Mgr Yohanes Harun Yuwono juga menyebut, bagi umat Katolik yang merayakan tahun baru Cina agar tetap di rumah.

Sebagian umat Katolik yang merayakan Imlek sebagai budaya leluhur tetap wajib menjaga protokol kesehatan. Pemberian ucapan dilakukan memakai aplikasi serta open house sementara dihindari.

Pelaksanaan ibadah di gereja Ratu Damai, Teluk Betung berlangsung secara virtual. Apolonius Basuki, pastor paroki gereja Ratu Damai menyebut, hanya membatasi umat kurang dari 50 orang setiap ibadah.

Apolonius Basuki, Pr, pastor paroki Ratu Damai Teluk Betung, Bandar Lampung, Sabtu (21/11/2020) lalu – Foto: Henk Widi

Sistem absensi dilakukan bagi umat kring atau lingkungan agar pengaturan tempat duduk bisa dilakukan. Umat yang berusia 60 tahun ke atas tetap berada di rumah dengan pertimbangan kesehatan.

“Gereja menerapkan ibadah virtual agar tetap bisa diikuti oleh umat, namun yang ikut ibadah ekaristi langsung sesuai jadwal dan dibatasi,” cetusnya.

Pelaksanaan ibadah langsung umat wajib mengisi daftar hadir, alamat. Selain itu fasilitas hand sanitizer harus dibawa oleh umat, memakai masker.

Persembahan yang kerap menggunakan uang tunai bisa diganti dengan uang digital pada pintu masuk gereja.

Peran serta umat Katolik sebutnya sangat penting dalam ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan disiplin protokol kesehatan.

Lihat juga...