Ragam Kuliner Tradisional Tersaji di Pasar Subuh Chandrabaga Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Kota Bekasi, Jawa Barat, saat ini telah memiliki Pasar Subuh Chandarabaga, Teluk Buyung, yang berlokasi di Bekasi Utara. Pasar tersebut menjadi andalan baru dalam menjaga nilai tradisi, menjaga warisan leluhur melalui aneka kue tradisional.

Setidaknya sebanyak 32 stan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) siap menyapa pengunjung dengan menjajakan aneka jajanan kue tradisional baik kue basah atau pun kue kering hingga ke makanan khas lainnya.

Pasar Subuh itu resmi beroperasi beberapa hari lalu, saat ini diisi aneka jajanan tradisional dan modern. Sekarang juga mulai ramai dikunjungi, meski di tengah pandemi, untuk memenuhi kebutuhan warga, baik dijual lagi atau pun untuk acara tertentu.

“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai ramai dikunjungi. Ini adalah cara memberdayakan pelaku UMKM di Kota Bekasi pada situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang,” ungkap Ibadiyanti, koordinator Pasar Subuh Chandrabaga, Teluk Buyung, Sabtu (6/2/2021).

Ibadiyanti, koordinator Pasar Subuh  Chandrabaga Teluk Buyung yang di antaranya menjajakan kue tradisi warisan leluhur tetap lestari, Sabtu (6/2/2021) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, operasional pasar dibuka setiap hari mulai pukul 02.00-08.00 WIB dengan tetap mengikuti protokol Covid-19 bagi pengunjung dan pedagang.

Menurutnya, semua produk kue yang ditawarkan di Pasar Subuh Chandrabaga, Teluk Buyung, merupakan olahan pelaku UMKM di Kota Bekasi. Terutama produk kue tradisional yang dibuat ibu rumah tangga untuk dijajakan di stan khusus, misalnya pecel, jamu, dan lainnya.

“Saat ini tersedia aneka jajanan kue tradisional beserta bermacam kuliner lainnya. Pasar ini menyatu dengan pasar lainnya seperti pasar ikan hias dan otomotif,” ujarnya.

Lokasi pasar sendiri jelasnya, sangat mudah diakses karena di sekitar pasar berdekatan langsung dengan stasiun kereta api Bekasi. Lokasi pasar kue ini berada di sekitar Simpang Lima Teluk Buyung Kota Bekasi.

Benny Tunggul, pegiat UMKM di Kota Bekasi, dikonfirmasi terpisah mengaku, bahwa lokasi pasar strategis untuk memenuhi kebutuhan sarapan pagi para penumpang kereta api yang berangkat Subuh.

Konsep Pasar Subuh itu sendiri, berbeda dengan pasar lainnya, karena mengacu juga pada konsep pasar digital, ramah lingkungan, dan menjadi pusat UMKM di Kota Bekasi.

“Pengelola sudah bekerja sama dengan Gojek untuk memudahkan pembeli. Aplikasi ini menjadi sarana pedagang dalam melakukan transaksi online disamping offline,” tukasnya.

Hal lain sambung Benny, keistimewaan dari pasar tersebut adalah ramah lingkungan. Yakni setiap pedagang menggunakan pembungkus kemasan dan kantong belanja kertas yang ramah lingkungan.

“Semoga Pasar Subuh Chandrabaga semakin maju dan berkembang sehingga membanggakan Kota Bekasi. Harapannya menjadi pusat pasar kue saat Subuh di Kota Bekasi, seperti di Jakarta ada Pasar Senen,” ungkap Benny Tunggul.

Lihat juga...