Rapid Antigen, Seorang Balita di Sikka Positif Corona

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kasus pertama Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dialami seorang balita perempuan berumur 3 tahun berinisial ANE yang berstatus positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid antigen.

“Pasien dirujuk dari RS Santo Gabriel Kewapante dengan hasil rapid antigennya positif,” sebut dr. Clara Yosephine Francis, MPH, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Sikka, NTT dalam rilis yang diterima Cendana News, Jumat (26/2/2021).

Clara menyebutkan, balita tersebut berdasarkan rapid antigen di RS Santo Gabriel Kewapante hasilnya positif sementara setelah dirujuk ke RS TC Hillers Maumere dilakukan Tes Cepat Molekular (TCM).

Dia katakan, hasil pemeriksaan TCM menyebutkan, statusnya negatif Covid-19 sehingga pihak RS TC Hillers Maumere pun sedang melakukan pemeriksaan TCM tahap kedua.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan TCM tahap kedua guna memastikan apakah balita tersebut benar-benar positif Covid-19 ataukah tidak,” ucapnya.

Clara menyebutkan, balita tersebut sedang dirawat di RS TC Hillers Maumere dan ditunggu oleh ibunya sehingga ibunya pun ikut menjalani pemeriksaan serupa guna memastikan apakah juga terpapar Covid-19.

Sedangkan terkait vaksinasi bagi para pegawai dan pelayan publik, dirinya mengaku sedang menunggu kedatangan vaksin Sinovac untuk dilakukan vaksinasi tahap kedua.

“Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat terutama pelayan publik akan dilaksanakan setelah vaksin Sinovac tersedia. Termasuk juga vaksinasi bagi para wartawan,” ucapnya.

Sementara itu terkait vaksinasi, Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, mengimbau agar para pastor paroki dan pimpinan biara untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi masyarakat.

Uskup Edwaldus menyebutkan, vaksin Covid-19 sangat aman bagi tubuh dan merupakan jalan terbaik mencegah penularan Covid-19 di tengah masyarakat yang terus terjadi.

“Saya telah meminta para biarawan dan biarawati agar mengikuti vaksinasi Covid-19. Saya juga mengimbau umat Katolik agar tidak usah takut mengikuti vaksinasi Covid-19,” ucapnya.

Edwaldus menambahkan, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama sudah mengatur bersama pemerintah daerah sehingga para pastor dan pimpinan biara wajib ikut vaksinasi Covid-19.

“Para pastor dan pimpinan biara wajib mengikuti vaksinasi Covid-19 agar bisa memberikan teladan kepada masyarakat agar tidak takut mengikuti vaksinasi Covid-19,” ucapnya.

Lihat juga...