Ratusan ASN Pemkot Surabaya Ikuti Skrining Donor Plasma Konvalesen

Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, memantau pelaksanaan skrining donor plasma konvalesen di Gedung Wanita Jalan Kalibokor Kota Surabaya, Sabtu (6/2/2020) – foto Ant

SURABAYA – Sebanyak 200 dari 500 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya dan penyintas COVID-19 non-ASN, mengikuti skrining donor plasma konvalesen di Gedung Wanita Jalan Kalibokor Kota Surabaya, Sabtu (6/2/2021).

“Memang kita awali dari lingkungan Pemkot Surabaya guna memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat Surabaya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, seusai membuka acara skrining donor plasma.

Menurutnya, gerakan donor plasma konvalesen yang dikhususkan bagi ASN dan Non-ASN Pemkot Surabaya, akan terus berlanjut. Kegiatannya untuk membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya, menyediakan stok plasma konvalesen.

Awalnya acara akan dibuka juga untuk masyarakat umum. Namun, karena animo masyarakat untuk mendonorkan plasma konvalesennya sangat tinggi. Dan keterbatasan personel PMI Surabaya, akhirnya ditahap awal ini dikhususkan untuk jajaran pemkot, dan hanya diambil 200 orang. “Padahal, kita sudah punya data 500 orang penyintas di lingkungan pemkot yang siap mendonorkan plasmanya,” tandasnya.

Oleh karena itu dipastikannya, agenda skrining akan terus digelar untuk memasifkan gerakan donor plasma konvalesen. Bahkan, ia mengaku akan berkeliling, supaya masyarakat umum juga bisa mendonorkan plasmanya. “Kita ingin gerakan ini menjadi gerakan yang masif di Surabaya, karena plasma konvalesen ini sangat efektif,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki pemkot, sebanyak 68 persen lebih pasien yang positif COVID-19 bisa disembuhkan dengan plasma konvalesen. Dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memberikannya. Oleh karenanya, hasil koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), disarankan pemberian plasma konvalesen pada saat kondisi pasien sedang bukan dalam kondisi berat. “Dengan cara itu diharapkan bisa semakin menyelamatkan banyak jiwa,” tandasnya.

Whisnu mengaku bersyukur sekaligus bangga sebagai arek Suroboyo, karena donor plasma di Surabaya tertinggi di Indonesia. Bahkan, sampai saat ini, sudah sekitar 5 ribu kantong plasma konvalesen yang disalurkan, baik disalurkan di Surabaya maupun di seluruh daerah Indonesia. “Dengan 5 ribu kantong yang kita salurkan itu, berarti hampir 5 ribu jiwa saudara-saudara kita yang bisa kita bantu untuk sembuh dari COVID-19, tentu ini membuat kita bangga,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...