RHL Mangrove Strategi KLHK Tekan Laju Deforestrasi Pesisir Lampung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Rehabilitasi Kawasan Lindung (RHL) atau kawasan konservasi mangrove jadi cara menekan laju deforestrasi di Lampung akibat abrasi gelombang laut hingga pembuatan tambak.  Mengatasi hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui BPDASHL  melakukan konservasi pada 120 hektare lahan di Lampung Selatan.

Idi Bantara, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih (BPDASHL) Way Sekampung, Lampung menyebutkan, Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya mangrove ikut mendorong RHL. Di wilayah Lamsel sebanyak 4 kecamatan pada 8 desa di pesisir direhabilitasi dengan tanaman mangrove jenis bakau (Rhizopora).

“KLHK melakukan sinergi dengan daerah untuk pemulihan ekonomi nasional bagi masyarakat di kawasan hutan dengan padat karya mangrove, menanam mangrove sebagai sumber pendapatan sekaligus memberi dampak jangka panjang menambah luasan lahan hutan mangrove,” terang Idi Bantara saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (3/2/2021).

Tujuan RHL mangrove sebut Idi Bantara menurunkan degradasi lahan, menekan laju deforestrasi.  Pada wilayah Lampung RHL mangrove ditargetkan seluas lebih kurang 350 hektare. Meliputi Tulang Bawang, Lampung Timur, Lampung Selatan dan Pesawaran.

Kawasan sempadan pantai sebut Idi Bantara pada sejumlah pesisir Lampung berubah fungsi jadi tambak. Namun berkat kesadaran masyarakat sebagian telah melakukan konsep Silvofishery. Konsep perikanan berbasis hutan mangrove berkelanjutan memadukan sektor perikanan dengan mangrove secara berdampingan.

“Rehabilitasi mangrove tidak akan mengurangi hak masyakarat namun justru membantu media produksi dan media tata air bagi tambak berkelanjutan,” cetusnya.

Secara ekonomi program PEN melalui RHL mangrove lanjut Idi Bantara membantu masyarakat. Pada wilayah Lampung dengan sejumlah titik penanaman mangrove tercacat 12.859 hari orang kerja (HOK).

Melalui penyaluran PEN yang dilakukan KLHK by name by adress setiap pekerja yang terlibat dalam penanaman mangrove menerima uang. Total 12.859 HOK disalurkan sebanyak 2,8 Milyar.

Investasi jangka panjang tersebut akan menguntungkan pemerintah dan masyarakat. Bagi KLHK luasan hutan mangrove akan bertambah. Bagi masyarakat investasi berbasis wisata bisa dijual, produktivitas tambak akan meningkat.

“Masyarakat dilibatkan menjaga bibit mangrove yang ditanam dan pemantauan dilakukan untuk menjaga kelestariannya,” tegas Idi Bantara.

Strategi konservasi kawasan hutan sebut Idi Bantara saat ini dengan pendekatan berbasis masyarakat. Pelibatan masyarakat di sekitar kawasan mangrove akan lebih efesien. Terlebih saat pandemi Covid-19 sejumlah warga yang tidak memiliki penghasilan bisa terbantu. Unsur pemerintah desa yang mendapat program akan menjadikan kawasan hutan mangrove untuk peningkatan ekonomi.

I Ketut Sinde Atmita, kepala Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang menyebut RHL mangrove bukan hanya kegiatan simbolis. Ia telah mengajak masyarakat di sekitar pesisir melalui kelompok tani hutan menjaga tanaman mangrove.

Idi Bantara, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung, Lampung di kawasan mangrove Ketapang, Rabu (3/2/2020). Foto: Henk Widi

Pembentukan peraturan desa (Perdes) untuk menjaga hutan mangrove telah ditetapkan. Larangan ilegal fishing, perburuan liar pada satwa burung di hutan mangrove telah diterapkan.

“Penerapan sistem denda bagi penebang mangrove telah diberlakukan tujuannya agar warga ikut menjaga mangrove bukan merusak,” bebernya.

Program jangka panjang pemanfaatan hutan mangrove di desa tersebut dengan membuat eko wisata. Wisata berbasis mangrove dilakukan dengan penyiapan ruang pertemuan di alam terbuka.

Rusdiantoro, salah satu petambak menyebut mangrove dan sektor perikanan jadi bagian integral. Saat mangrove lestari pasokan air pada lahan tambak akan sangat terdukung. Budidaya udang vaname dan ikan nila gip mendapatkan air payau berkualitas.

RHL mangrove yang akan menambah luasan lahan sekaligus menjadi harapan jangka panjang menjaga pesisir dari ancaman abrasi perusak lingkungan pantai.

Lihat juga...