Ribuan Rumah Warga Tambakrejo Semarang Masih Terendam Banjir

Editor: Mahadeva

SEMARANG – Hujan deras yang terus mengguyur hampir setiap hari, menyebabkan ribuan rumah di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, hingga Sabtu (27/2/2021) masih terendam banjir.

Banjir sudah melanda sejak Senin (22/2/2021) petang. Ketinggian banjir bervariasi antara 30 sentimeter (cm) hingga 60 cm. “Ketinggian air bervariasi, paling tinggi 50 sampai 60 sentimeter.  Untuk sementara ini, warga memilih bertahan sambil menunggu bantuan. Untuk sementara, belum ada pengungsian, dengan kondisi terparah di wilayah  Tanggungrejo, yang hingga hari ini (Sabtu), masih terendam banjir, ” papar Lurah Tambakrejo Semarang, Setyo Widiatmoko, Sabtu (7/2/2021) petang.

Meski demikian, pihaknya sudah menyiapkan dua lokasi tempat pengungsian, di lantai dua aula kantor Kelurahan Tambakrejo dan lantai dua SDN Tambakrejo 02. “Sudah kita siapkan disana, jika ketinggian air semakin naik dan membutuhkan tempat pengungsian. Saat ini, kita juga sudah mengajukan bantuan sembako ke Pemkot Semarang,” terangnya.

Selain intensitas hujan yang tinggi, banjir di wilayah tersebut terjadi karena drainase yang tersumbat. “Saluran air di lingkungan masyarakat ada yang tidak lancar, ada yang rusak ada juga yang tertimbun sampah. Untuk itu, sudah kita bersihkan secara gotong royong sehingga diharapkan bisa cepat surut,” tambahnya.

Lurah Tambakrejo Semarang, Setyo Widiatmoko saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/2/2021) petang. Foto Arixc Ardana

Setyo menyebut, di Kelurahan Tambakrejo ada 3.451 Kepala Keluarga (KK) dengan lebih dari 10 ribu jiwa yang terdampak bencana tersebut.  “Terbagi menjadi  Sembilan Rukun Warga (RW), 54 Rukun Tetangga (RW). Hampir semuanya tergenang banjir,” tandasnya.

Pihak kelurahan sudah berupaya memastikan, optimalisasi rumah pompa yang ada di wilayah tersebut untuk menyedot air banjir. “Ada dua pompa yang difungsikan, lalu sudah ditambah dua lagi. Jadi ini menjadi upaya kita agar banjir segera surut. Nanti juga dilihat, jika ketinggian air di sungai Banjir Kanal Timur (BKT) sudah turun, pintu air yang menuju BKT akan kita buka, agar ketinggian air semakin cepat turun,” jelasnya.

Salah seorang warga Tanggungrejo, Kelurahan Tambakrejo, Eko Fataip menuturkan, banjir yang terjadi di wilayah tersebut merupakan kejadian kedua, dalam sebulan terakhir. “Daerah sini, juga sudah banjir pada Sabtu dan Minggu (6-7/2/2021) lalu, kemudian mulai banjir lagi pada Senin (22/2/2021), sampai sekarang,” terangnya.

Genangan air semakin tinggi pada Rabu (24/2/2021), hingga mencapai sepaha orang dewasa atau sekira 60 cm. hal itu  dipicu turunnya hujan deras di wilayah Semarang bawah. “Rabu (24/2/2021) kemarin, Simpanglima sampai Gubernuran juga terkena banjir. Rata hujannya, sampai disini juga tinggi,” tandasnya.

Kendati demikian, belum ada warga yang mengungsi ke tempat yang disediakan pihak kelurahan. Namun, banyak diantara mereka yang sudah mengungsi ke rumah saudara di tempat lain. “Tetangga kanan kiri saya sudah banyak yang mengungsi ke rumah saudara, yang tidak terkena banjir. Rencananya, saya juga mau mengungsi ke rumah orang tua. Kita sebagai warga berharap, pemerintah Kota Semarang bisa segera memberikan solusi, mungkin penambahan pompa atau lainnya, agar banjir bisa cepat surut,” pungkasnya.

Lihat juga...