Rotasi Tanaman dan Pupuk Organik, Cara Terapkan Pertanian Berkelanjutan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pola tanam tradisional tetap dipertahankan petani di Lampung Selatan untuk budi daya komoditas pertanian. Sistem rotasi tanaman dan penggunaan pupuk organik tetap diterapkan petani untuk mendapat hasil maksimal.

Slamet Wiyono, petani di Desa Brajayekti, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur menerapkan rotasi tanaman dan pupuk organik.

Berbekal kearifan lokal petani pedesaan, Slamet Wiyono bilang, integrasi pertanian dan peternakan dipertahankan. Petani pedesaan umumnya memelihara ternak ayam, sapi dan kambing.

Bahan pakan ternak diperoleh dari gulma rumput di lahan pertanian, limbah pertanian. Hasil kotoran ternak yang telah dibuat menjadi kompos selanjutnya digunakan sebagai pupuk organik.

Pengolahan lahan tanah dengan kadar keasaman tinggi diturunkan memakai kapur dolomit. Tanah yang akan diolah terlebih dahulu ditebari dengan pupuk organik.

Satu bulan sebelum pengolahan lahan Slamet Wiyono bilang, pupuk organik ditaburkan. Pengolahan manual memakai cangkul dilakukan untuk pencampuran pupuk dan tanah. Ia menerapkan sistem guludan untuk penyiapan lahan.

“Saya melakukan rotasi tanaman setiap satu periode masa tanam, kali ini menanam ubi jalar dan daun bawang, selanjutnya menanam cabai dan tomat rampai. Untuk mendapatkan hasil maksimal sekaligus memutus siklus hama,” terang Slamet Wiyono saat ditemui Cendana News, Senin (8/2/2021).

Rotasi tanaman sebutnya, efektif untuk memutus mata rantai organisme pengganggu tanaman (OPT). Pada masa tanam rendengan, hama yang kerap menyerang jenis ulat daun, tikus dan penggerek tanaman.

Penggunaan waring dan plastik untuk pagar dilakukan olehnya untuk menghindari hama. Cara tradisional efektif meminimalisir pemakaian zat kimia.

Slamet Wiyono menyebut, tidak memakai pupuk kimia, herbisida dan pestisida. Pemantauan langsung untuk pencegahan dan meminimalisir gulma dilakukan setiap hari.

Pada hama ulat daun ia melakukan pemeriksaan pada tanaman. Hama yang ada langsung dimusnahkan agar tidak terjadi peningkatan populasi. Gulma rumput diatasi dengan sistem dangir atau pencabutan rumput.

“Petani dengan lahan terbatas masih bisa mengatasi hama dan gulma secara manual sehingga hasil panen bisa maksimal,” bebernya.

Varietas ubi jalar genjah ungu yang ditanam sebut Slamet Wiyono bisa dipanen usia 4,5 bulan. Bahan pangan tersebut kerap dipesan untuk pembuatan keripik dan bahan kuliner lain.

Pengolahan lahan yang baik membuat ia bisa mendapat hasil panen hingga 5 kuintal. Tanaman bawang daun bisa dipanen olehnya pada usia 2,5 bulan. Tanpa modal banyak ia masih bisa mendapat hasil ratusan ribu sekali tanam.

Rotasi tanaman akan dilakukan pada masa budi daya berikutnya. Usai panen ubi jalar, bawang daun ia berencana menanam terong, tomat dan cabai rawit.

Penggantian tanaman sebutnya akan menjaga unsur hara dalam tanah. Usai panen tanah akan diistirahatkan selama sebulan untuk ditumbuhi rumput. Kompos yang ditaburkan dan rumput akan menjadi pupuk alami pada masa tanam berikutnya.

Penggantian komoditas tanaman pada lahan dilakukan juga oleh Supami. Ia memperhitungkan musim untuk pemilihan tanaman yang dibudi dayakan.

Pemanenan tomat bertahap oleh Supami, pemilik lahan di Desa Brajayekti, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur dengan sistem rotasi tanaman, Senin (8/2/2021) – Foto: Henk Widi

Jenis tanah berpasir dan gembur sebutnya, cocok dipergunakan untuk penanaman cabai caplak, tomat mawar. Kedua komoditas tersebut diperoleh dengan cara membeli bibit genjah di toko pertanian.

Memanfaatkan lahan di dekat sawah ia masih bisa mendapat hasil tiga kuintal tomat dan cabai. Tomat mawar yang bisa dipanen usia 75 hari sebutnya, dijual seharga Rp5.000 per kilogram.

Sistem penanaman dengan sistem guludan membuat tanaman terhindar dari potensi busuk. Penggunaan perangkap alami yang dilakukan olehnya mencegah hama lalat buah.

“Tanaman cabai yang harganya sedang tinggi bisa digunakan untuk kebutuhan sendiri, sebagian dijual ke pedagang sayur,” bebernya.

Lahan yang diberi pupuk organik sebut Supami akan dipergunakan untuk penanaman jahe, kencur. Penggantian tanaman oleh petani kerap dilakukan memperhitungkan kebutuhan pasar.

Selain mencegah populasi hama dan gulma, ia memilih tanaman yang berpotensi memiliki nilai ekonomis tinggi.

Rotasi tanaman dilakukan pada lahan terbatas untuk mendapat hasil maksimal. Pupuk organik yang digunakan sebutnya, menjaga unsur hara pada tanah untuk menjaga lahan pertanian berkelanjutan.

Lihat juga...