Rumah Pengabdi Setan, Destinasi Horor yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Sejak menjadi lokasi syuting film Pengabdi Setan garapan sutradara Joko Anwar, rumah tua peninggalan Belanda yang berada di kawasan perkebunan teh, Kampung Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, kini telah menjadi destinasi wisata horor yang populer.

Saat menelusuri rumah tersebut, terdapat lorong-lorong khas rumah Belanda. Di rumah ini terdapat tungku perapian di ruang tamu, memiliki dua kamar di lantai dua, dan sebuah bekas sumur tua yang sudah ditimbun tanah di bagian dapur.

“Apalagi kalau masuk ke kamar di lantai dua, pas sepi ngga ada pengunjung yang lain, wah makin berasa meriding,” ujar Rio Rianto kepada Cendana News, Minggu (21/2/2021) di lokasi tersebut.

Menurut Rio, sensasi horor akan jauh lebih terasa apabila sebelum datang ke lokasi itu, pengunjung telah menoton film Pengabdi Setan terlebih dahulu. Dengan demikian, imajinasi horor akan hadir dengan mudah.

“Kalau yang belum nonton film Pengabdi Setan, pasti akan merasa lokasi ini biasa saja. Tapi bagi yang sudah, kan bisa lebih penasaran lihat titik-titik lokasi horornya,” tandas Rio.

Sementara itu, Arief Rahman, Pemandu lokasi wisata Rumah Pengabdi Setan itu mengungkapkan, semula bangunan ini hanya sebuah rumah peninggalan zaman Belanda, yang dihuni staf PTPN VIII. Namun setelah dijadikan lokasi syuting, rumah tersebut dikosongkan dan diubah menjadi destinasi wisata.

“Habis jadi lokasi syuting, sekarang rumah ini jadi viral, Meski memang agak angker, namun bagi yang suka tantangan dapat merasakan serunya wisata mistis yang yang disuguhkan rumah ini,” kata Arief.

Meski sudah berusia lebih dari dua abad, tapi rumah bergaya Eropa klasik dengan dinding campuran kayu dan batu masih terjaga keasliannya dan tetap terlihat kokoh.

“Rumah ini tidak pernah direnovasi besar, paling diganti aja catnya dan dibetulkan jika ada yang bocor. Selebihnya tetap sama seperti saat pertama kali dibangun,” ungkap Arief.

Lokasi ini sendiri dibuka setiap hari, dan melayani pengunjung selama 24 jam full. Adapun tiket masuknya sebesar Rp10.000 per orang, kemudian parkir motor Rp3.000 dan mobil Rp10.000.

“Kalau mau uji nyali, pengunjung bisa datang ke rumah ini di malam hari. Tempat ini buka 24 jam kalau mau sensasi yang lebih menantang. Kuncinya enggak usah takut, karena tempat ini sudah saya jaga dan terjadi sesuatu kami bertanggungjawab,” kata Arief.

Lihat juga...