Rumah Penimbun Rokok Ilegal di Demak Digerebek Bea Cukai

Rokok ilegal hasil penindakan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus bersama tim gabungan Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY – Foto Ant

KUDUS – Tim Gabungan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, bersama Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY, menggerebek sebuah rumah di Kabupaten Demak yang diduga menjadi tempat penimbunan rokok ilegal.

“Hasilnya, dari rumah tersebut ditemukan rokok ilegal sebanyak 448.000 batang jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM),” kata Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus, Gatot Sugeng Wibowo, Minggu (21/2/2021).

Adapun potensi kerugian negara dari rokok ilegal tersebut, mencapai Rp300,30 juta, dari total nilai barang yang diperkirakan mencapai Rp456,96 juta. Rokok ilegal yang berhasil diamankan petugas tersebut, di antaranya bermerek “ABS Bold” dan merek “Hima Black”.

Kedua merk tersebut dilekati pita cukai yang diduga palsu, dari jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT). Penggerebekan rumah yang menyimpan rokok ilegal dilakukan Kamis (18/2/2021), setelah ada penindakan terhadap sebuah truk yang didapati membongkar rokok ilegal di sebuah rumah di Demak pada hari yang sama.

Petugas kemudian memeriksa rumah tersebut, yang ternyata digunakan untuk menimbun rokok ilegal. Semua barang bukti, baik kendaraan maupun rokok ilegal, termasuk dua orang, berinisial “S” dan “M” yang terlibat dalam kasus tersebut, diamankan oleh tim gabungan. Mereka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Meskipun di masa pandemi COVID-19, tim Bea Cukai Kudus tidak pernah berhenti mengawasi peredaran rokok illegal, serta mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba-coba melakukan bisnis rokok secara illegal, karena akan ditindak tanpa ada kompromi.

Jika ingin bisnis di bidang produksi hasil tembakau, disarankan secara legal, dengan mengajukan perizinan ke Bea Cukai Kudus tanpa dipungut biaya. Bahkan, pengusaha rokok golongan III, yang berada di kawasan industri hasil tembakau, juga mendapatkan kemudahan dalam memproduksi rokok jenis SKM.

Tanpa harus mengeluarkan modal yang besar untuk membeli mesin, mereka sudah bisa memproduksi dengan cara menyewa mesin, yang sudah tersedia di Kawasan Industri Kecil Hasil Tembakau (KIHT). Sementara untuk pengurusan izin disebutnya juga cukup mudah untuk dijalani.

Salah satu KIHT, yang sudah menyediakan mesin produksi rokok, adalah KIHT Kudus. Tercatat sudah ada beberapa pengusaha rokok, yang berada di kawasan tersebut mengajukan izin produksi rokok jenis SKM. (Ant)

Lihat juga...