Rumah Tangga Miskin Terbesar di Indonesia ada di Sektor Pertanian

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, dalam webinar yang diselenggarakan INDEF secara virtual, Rabu (17/2/2021) – foto Ant

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah rumah tangga yang masuk katagori miskin di Indonesia, sebagian besar berada di sektor pertanian. Hal itu berdasarkan data, menurut sumber penghasilan utama di 2020.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto mengatakan, rumah tangga miskin yang bekerja di sektor pertanian menyumbang kontribusi terbesar dari jumlah rumah tangga miskin di Indonesia, yang mencapao 46,30 persen. Sedangkan rumah tangga miskin lainnya, yakni di industri sebesar 6,58 persen, dan lain-lainnya sebesar 32,10 persen. “Kalau dilihat sumber utama dari rumah tangga miskin di Indonesia, adalah pertanian. Jadi ini merupakan beberapa PR yang perlu kita perhatikan,” kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, Rabu (17/2/2021).

Berdasarkan rilis BPS, jumlah penduduk miskin akibat pandemi yang menghantam di 2020, mengalami peningkatan menjadi 2,76 juta orang. Selain itu, jumlah pengangguran juga bertambah 2,67 juta orang. Sehingga terjadi pergeseran (shifting), tenaga kerja dari kota ke desa, termasuk ke sektor pertanian.

Jumlah tenaga kerja pertanian meningkat menjadi 29,76 persen dari total distribusi tenaga kerja. Meski kontribusi pertanian terhadap PDB cukup besar, yakni 13,7 persen, beban akibat bertambahnya tenaga kerja menjadi persoalan yang dihadapi sector tersebut. “Ketika share, PDB hanya 13 persen, sementara harus menanggung 29,76 persen, tidak bisa dibayangkan beban pertanian menjadi berat. Harus diperhatikan bahwa produktivitas pertanian juga akan semakin menurun,” kata Kecuk.

Namun demikian Kecuk menilai, kinerja sektor pertanian yang tumbuh positif, harus disyukuri karena pandemi COVID-19 telah berdampak pada perekonomian Indonesia yang terpuruk, serta bertambahnya pengangguran dan jumlah penduduk miskin.

Mengingat perannya sebagai produsen pangan, Kecuk berpendapat, kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah harus berpihak pada petani, tidak hanya pada konsumen semata. BPS mencatat, di sepanjang 2020, sektor pertanian berhasil tumbuh positif sebesar 1,75 persen.

Sementara di saat bersamaan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 2,07 persen. Selain itu, pertanian merupakan satu dari tujuh sektor yang tumbuh positif. Sedangkan 10 sektor lainnya mengalami kontraksi. Dalam struktur PDB Indonesia, kontribusi sektor pertanian menyumbang cukup besar, yakni 13,7 persen. (Ant)

Lihat juga...