Satgas Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Trans Kalis Kalbar

BPBD Kapuas Hulu bersama tim gabungan, bergerak menuju lokasi Karhutla di kawasan Trans Kalis Kecamatan Kalis wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat yang terjadi, Kamis (25/2/2021) – foto Ant

PUTUSSIBAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menurunkan tim gabungan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Trans Kalis, Kecamatan Kalis daerah setempat.

“Tim gabungan sedang berusaha memadamkan kebakaran di lahan gambut di sekitar Trans Kalis,” kata Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, di Putussibau ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (25/2/2021) malam.

Gunawan menyebut, Karhutla terjadi di perkirakan sekira pukul 17.45 WIB. Dan BPBD Kapuas Hulu menerima laporan sekira pukul 18.20 WIB pada Kamis (25/2/2021). Mobil pemadam kebakaran dan sejumlah fasilitas pemadam lainnya, sudah diturunkan untuk mengatasi kejadian tersebut. “Sampai saat ini kami masih menunggu kronologis kejadian Karhutla itu, kita tunggu tim di lapangan,” tandasnya.

Untuk mengatasi Karhutla, pihak BPBD melakukan koordinasi dengan pihak Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) dan pihak kecamatan setempat. “Kami tentu bersama tim seperti TNI, Polri, Sat Pol PP, BPBD Kapuas Hulu dan sejumlah tim relawan yang membantu serta masyarakat setempat,” rinci Gunawan.

Sementara itu, jajaran Polda Riau berhasil memadamkan 22 titik api yang ditemukan di enam kabupaten dan kota di Provinsi Riau pada Kamis (25/2/2021). “Terdapat 22 titik api. Saat ini api sudah padam,” kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Kamis (25/2/2021) malam.

Dua puluh dua titik api itu berasal dari 24 hotspot atau titik panas. “Pada Kamis (25/2/2021), selama 1×24 jam hingga pukul 18.00 WIB, jumlah hotspot di Provinsi Riau yang terpantau dari satelit Tera, Nora, Lapan dan Aqua, ada 22 hotspot dengan kadar sedang dan dua hotspot kadar rendah,” kata Agung.

Agung merinci, ke-22 titik api itu tersebar di Kabupaten Siak sebanyak 16 titik api, dua titik api di Kabupaten Rokan Hilir. Kemudian di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai masing-masing satu titik api.

Dari 24 titik panas yang ditemukan, tercatat ada tiga titik panas diketahui bersumber dari perkebunan dan kegiatan industry. Yakni, satu titik panas di Kabupaten Rokan Hulu berasal dari hamparan lahan sawit dan karet, satu titik panas di Kabupaten Bengkalis berasal dari kegiatan industri di PT. CPI serta satu titik panas di Kabupaten Pelalawan berasal dari cerobong asap Pabrik Woodyard milik PT. RAPP.

Namun tiga titik panas itu tidak menimbulkan kebakaran. Polda Riau selanjutnya melakukan pemadaman 22 titik api dengan melibatkan unsur Polri-TNI, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat setempat.

Hingga saat ini, semua titik api sudah padam, dan masih dilakukan upaya pendinginan di beberapa lokasi titik api. Mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri itu menambahkan, jajaran Polda Riau juga melaksanakan kegiatan preventif dan preemtif berupa mensosialisasikan Maklumat Kapolda Riau agar masyarakat tidak membakar hutan dan lahan. (Ant)

Lihat juga...