Sejuk Indah Wisata Alam dan Kuliner Nastari Banyumas

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, sektor pariwisata di Kabupaten Banyumas tetap bergeliat. Salah satunya, wisata alam Nasartari yang sederhana, mudah dijangkau serta tidak terlalu ramai.

Menikmati kopi serta berbagai macam hidangan tradisional dengan disuguhi pemandangan alam serba hijau dan curug, menjadi salah satu wisata yang banyak diburu masyarakat pada akhir pekan ini. Wisata alam sekaligus kuliner Nastari di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, ini memang menyuguhkan nuansa yang sangat tepat untuk melepas kepenatan dan kejenuhan.

Pemandangan alam Curug Belot terlihat jelas di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Minggu (28/2/2021). –Foto: Hermiana E. Effendi

Memasuki area tersebut, pengunjung sudah disuguhi deretan penjual makanan tradisional. Mulai dari lopis, mendoan yang merupakan makanan khas Banyumas hingga hidangan berat seperti nasi liwet, nasi gudeg, nasi jagung dan lain-lain.

Untuk bisa membeli aneka makanan tersebut, pengunjung terlebih dahulu harus menukarkan uang dengan uang koin kuno yang menjadi alat jual-beli di lokasi tersebut. Setelah berbelanja makanan, pengunjung kemudian bisa menikmatinya di bagian belakang lokasi yang terdapat area makan cukup luas dengan pemandangan alam yang menakjubkan.

Salah satu curug di kawasan Baturaden, yaitu Curug Belot terlihat jelas dari lokasi makan tersebut, lengkap dengan hamparan suara gemericik airnya juga terdengar sangat jelas dari lokasi tersebut.

Salah satu pengujung, Eva, mengaku, sangat menikmati berwisata kuliner sekaligus wisata alam di Nastari. Selain lokasinya mudah dijangkau, makanan yang disajikan juga semua serba tradisional dan pemandangan alam yang eksotik mengelilingi lokasi.

“Ini tempat wisata yang komplit, mulai dari wisata kuliner hingga wisata alam. Udaranya sejuk dan pemandangan serba hijau dengan suara gemericik air, benar-benar membuat kita menjadi fresh,” tuturnya, Minggu (28/2/2021).

Terdapat banyak tempat duduk dari kursi dan meja hingga yang lesehan dan hanya beralasakan tikar, juga disediakan. Karena lokasi yang cukup tinggi, sehingga pemandangan ke bawah sangat jelas. Area ini juga menjadi ajang swafoto bagi para pengunjung, karena terdapat banyak sudut indah yang bisa diabadikan.

Salah satu penjual makanan tradisional di lokasi tersebut, Surti mengatakan, pada akhir pekan Sabtu dan Minggu, Nastari banyak dikunjungi orang dari Kota Purwokerto maupun sekitarnya. Namun, dalam kondisi PPKM mikro sekarang ini, tingkat kunjungan masih terbilang sedikit.

“Kita mulai berjualan belum lama, baru sekitar sebulan lalu, sebelumnya kan harus tutup karena ada PPKM. Alhamdulillah sekarang sudah mulai ramai pengunjungnya, meskipun belum seperti sediakala,” katanya.

Lihat juga...